periskop.id - Musim keempat Bridgerton di Netflix akhirnya resmi berakhir. Empat episode terakhir mengungkap kisah dan masa depan Sophie Baek (Yerin Ha) serta Benedict Bridgerton (Luke Thompson). Penonton dibuat tegang oleh berbagai kejutan di episode pamungkas. Namun, setelah cerita usai, perhatian publik justru tertuju pada sebuah tulisan yang muncul di akhir episode.
Di layar tertulis: “In loving memory of Nicholas Braimbridge and Tony Cooper.”
(Dalam kenangan penuh kasih untuk Nicholas Braimbridge dan Tony Cooper).
Siapa sebenarnya Nicholas Braimbridge dan Tony Cooper? Apa perannya di serial populer ini?
Nicholas Braimbridge, Seniman di Balik Keindahan Set
Dilansir dari Manchester Evening News, Nicholas “Nick” Braimbridge adalah seorang scenic artist, yaitu seniman yang bertugas mempercantik dan menciptakan detail visual di lokasi syuting. Ia ikut merancang berbagai elemen dekorasi set, mulai dari interior ruangan hingga ornamen-ornamen kecil yang terlihat di layar.
Nick terlibat dalam produksi Bridgerton serta serial spin-off-nya, Queen Charlotte: A Bridgerton Story. Keahliannya dalam membuat efek marmer palsu dan tekstur kayu membuat tampilan set terlihat mewah dan terasa nyata, sesuai dengan nuansa era Regency yang khas.
Rekan kerjanya menuliskan pesan menyentuh bahwa Nicholas adalah bagian penting dari tim departemen seni, sosok yang ramah, menyenangkan, dan selalu membawa energi positif. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi rekan-rekannya.
Nicholas, yang akrab disapa Nick oleh keluarga dan sahabatnya, sebelumnya juga telah kehilangan sang istri karena kanker. Ia kini meninggalkan dua putri yang masih berusia remaja. Dari penggalangan dana tersebut, terkumpul lebih dari £10.000 yang seluruhnya diperuntukkan bagi kedua anaknya.
Tony Cooper, Driver yang Menjadi Bagian Penting Mobilitas Cast Bridgerton
Tony Cooper juga merupakan bagian dari tim produksi yang mendapat penghormatan. Ia bekerja sebagai unit driver, yaitu sopir kru yang bertugas mengantar para aktor, tim produksi, serta perlengkapan syuting dari satu lokasi ke lokasi lainnya.
Meski jarang terlihat oleh penonton, peran ini sangat penting agar proses syuting berjalan lancar dan tepat waktu. Tony sendiri telah berpengalaman bekerja di berbagai proyek film dan serial besar selain Bridgerton.
Penghormatan untuk Tim di Balik Layar
Tak hanya Nicholas dan Tony, episode pertama Queen Charlotte: A Bridgerton Story sebelumnya didedikasikan untuk Jacqueline Avant yang wafat pada Desember 2021. Ia adalah ibu dari Nicole Avant, istri co-CEO Netflix, Ted Sarandos. Ketertarikan Jacqueline pada sosok Ratu Charlotte disebut menjadi salah satu alasan awal tercetusnya ide serial spin-off tersebut oleh kreator sekaligus showrunner, Shonda Rhimes.
Musim kedua Bridgerton pun sebelumnya didedikasikan untuk Carole Prentice dan Marc Pilcher. Marc adalah perancang tata rambut dan rias wajah serial tersebut, sementara Carole bertugas sebagai manajer produksi covid yang memastikan proses syuting tetap berjalan aman sesuai aturan.
Alasan di Balik Tribute Mengharukan Ini
Tradisi menampilkan title card seperti ini adalah bentuk penghargaan industri hiburan kepada mereka yang jarang terlihat oleh publik, tapi memberikan peran penting di balik layar. Ini juga menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah serial tidak hanya bergantung pada aktor, tetapi juga pada dedikasi besar tim di balik layar.
Melalui tribute tersebut, tim produksi ingin mengenang dan menghargai dedikasi Nick dan Tony yang telah memberikan kontribusi penting dalam perjalanan serial ini. Sebuah gestur sederhana, tapi penuh makna.
Tinggalkan Komentar
Komentar