Periskop.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur menutup permanen dua titik akses masuk Taman Kota di kawasan Cawang, Kebon Pala, Makasar. Pasalnya, taman kota ini karena diduga menjadi tempat prostitusi sesama jenis saat malam hari.

"Ada dua titik yang hari ini kita coba tutup secara permanen dengan pengecoran, bekerja sama dengan Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota," kata Camat Makasar Dimas Prayudi di Taman Kota, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (27/2). 

Penutupan akses itu dilakukan secara terpadu, bersama dengan jajaran lintas instansi, yang melibatkan Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota. Kemudian pihak kelurahan, serta unsur tiga pilar yang terdiri dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kebon Pala.

"Kita mencoba mengurangi dampak kerawanan sosial di lokasi taman yang ada di Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makasar, karena ada beberapa informasi dan perhatian masyarakat berkaitan dengan penyalahgunaan fungsi taman di lokasi ini," jelas Dimas.

Tak hanya itu, bagian pagar taman yang berbatasan dengan area tol juga turut menjadi perhatian. Personel gabungan menemukan celah pada pagar yang kerap digunakan warga untuk masuk ke area taman secara tidak resmi.

Pada hari yang sama, petugas langsung melakukan pengelasan untuk menutup akses tersebut. "Hari ini, kita coba las karena memang ada beberapa aktivitas warga yang menggunakan celah itu untuk masuk ke area taman," ujar Dimas.

Menurut dia, taman tersebut sudah beberapa kali disinyalir disalahgunakan oleh pihak tertentu.

"Apa yang kami lakukan hari ini sifatnya preventif untuk mengurangi dampak tersebut. Yang paling penting, ini tugas kita bersama untuk menjaga taman," tegas Dimas.

Oleh karena itu, jajaran kecamatan bersama instansi terkait berupaya melakukan langkah preventif agar taman tersebut kembali berfungsi sebagaimana mestinya.

"Harapan kami, masyarakat, khususnya di Jakarta Timur, bisa memanfaatkan taman sesuai dengan fungsinya. Kalau ada tindakan negatif atau penyalahgunaan, kita ingin itu bisa dikurangi," tutur Dimas.

Remaja Laki-Laki
Sebelumnya, viral di media sosial Instagram @ijoel yang memperlihatkan sekumpulan remaja laki-laki masuk ke Taman Kota di kawasan Cawang melalui pinggiran pagar.

"Di taman sini sering jadi tempat kumpul cowo-cowo entah cowo bagaimana, saya tidak tahu indikasinya mereka apa, setiap malam di atas jam 01.00 WIB pagi, mereka kumpul terus masuk ke taman entah ngapain sampai jam 02.00 pagi," ucap seseorang yang mengambil video di lokasi, seperti dikutip Instagram @ijoel.

Setelah ditelusuri, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) melalui Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota menemukan sejumlah alat kontrasepsi (kondom) setelah dilakukan penertiban di Taman Kota di kawasan Cawang, Kebon Pala, Makasar.

"Di dalam taman ditemukan beberapa alat kontrasepsi. Kami tidak tahu digunakan untuk apa, tetapi ini menjadi perhatian serius kami," kata Dimas Prayudi.

Menurut dia, Taman Kota di kawasan Cawang itu menjadi sorotan setelah ditemukan sejumlah alat kontrasepsi dan botol minuman keras (miras) di area ruang terbuka hijau tersebut.

Temuan itu pun memicu kekhawatiran adanya dugaan sebagai tempat prostitusi dan aktivitas penyalahgunaan taman lainnya, yang tidak sesuai dengan fungsinya sebagai fasilitas publik.

Peninjauan langsung dilakukan bersama pihak kelurahan, kecamatan, serta unsur tiga pilar yang terdiri dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kebon Pala. Dimas mengatakan taman seharusnya menjadi ruang interaksi sosial yang sehat bagi masyarakat, misalnya untuk berolahraga, rekreasi keluarga, ataupun kegiatan komunitas.

Jika terdapat indikasi aktivitas negatif, maka hal itu berpotensi menimbulkan kerawanan sosial serta rasa tidak nyaman bagi warga sekitar.

Selain itu, Dimas menyebutkan lokasi taman tersebut memang telah beberapa kali disinyalir disalahgunakan oleh oknum tertentu. Oleh karena itu, pemerintah kecamatan memutuskan untuk mengambil langkah preventif guna mengurangi potensi penyimpangan fungsi ruang publik.

"Jadi, kalau ada yang melakukan tindakan-tindakan, baik yang negatif ataupun penyalahgunaan penggunaan taman, harapan kami, ini bisa dikurangi," ucap Dimas.
Patroli Malam

Salah satu tindakan yang akan dilakukan, jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Timur dan tiga pilar menggencarkan patroli malam terpadu di Taman Kota Cawang, Kebon Pala, Makasar, Jakarta Timur.

"Nanti malam, kita operasi dengan jajaran Satpol PP, lalu tiga pilar bersama Polsek setempat, Danramil, kegiatan dimulai pukul 21.00 WIB," kata Dimas.

Patroli malam itu dilakukan untuk mencegah dugaan penyalahgunaan Taman Kota Cawang yang berlokasi di Kelurahan Kebon Pala. Langkah tersebut juga diambil menyusul adanya laporan dan perhatian masyarakat terkait aktivitas yang dinilai menyimpang dari fungsi taman sebagai ruang terbuka hijau.

Dimas menjelaskan, penanganan dilakukan secara kolaboratif bersama Suku Dinas (Sudin) Pertamanan dan Hutan Kota, jajaran kelurahan, serta unsur tiga pilar yang terdiri dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

"Hari ini, kita bersama Kasudin Pertamanan, jajaran kelurahan, teman-teman kecamatan dan tiga pilar mencoba mengurangi dampak kerawanan sosial di lokasi taman ini. Ada beberapa informasi dan perhatian masyarakat berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan fungsi taman," jelas Dimas.

Menurut dia, lokasi tersebut memang telah beberapa kali disinyalir disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, pemerintah kecamatan mengambil langkah preventif agar potensi kerawanan sosial dapat ditekan.

Selain patroli, Sudin Pertamanan Jakarta Timur juga akan menempatkan petugas di area 

"Nanti malam, kita operasi. Dari Sudin Pertamanan ada penempatan petugas di lokasi untuk melihat aktivitas masyarakat yang diduga terjadi penyalahgunaan," ucap Dimas.

Dia menekankan keberhasilan menjaga taman bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.

Melalui operasi malam tersebut, dia pun berharap Taman Kota di Cawang itu dapat kembali menjadi ruang publik yang aman, nyaman, dan bermanfaat bagi warga sekitar.