Periskop.id - Kabar duka datang dari keluarga Wakil Presiden ke 6 Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno.
Ia wafat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta, pada Senin (2/3/2026). Kepergian tokoh militer senior tersebut meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi kalangan militer dan masyarakat luas.
Dilansir dari berbagai sumber, Try memiliki dua putra yang mengikuti jejaknya sebagai abdi negara. Selain itu, sejumlah menantunya juga dikenal sebagai perwira tinggi di institusi militer dan kepolisian.
Firman Santyabudi
Nama lengkapnya Irjen Pol. (Purn.) Drs Firman Santyabudi MSi. Ia lahir di Jakarta pada 17 November 1965 dan merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1988. Firman dikenal sebagai perwira dengan pengalaman panjang di bidang lalu lintas.
Kariernya di Polri menanjak hingga mencapai pangkat jenderal bintang dua. Jabatan terakhirnya sebelum pensiun pada 17 November 2023 adalah Kepala Korps Lalu Lintas Polri. Sebelumnya ia juga pernah menjabat sebagai Asisten Logistik Kapolri serta Kapolda Jambi.
Riwayat karier Firman cukup panjang, mulai dari Pamapta Polres Bogor, Kapolsek Metro Menteng, Kapolres Metro Jakarta Selatan, hingga Dirlantas Polda Sumatera Selatan. Ia juga pernah menjadi Direktur Kerja Sama dan Humas PPATK serta Deputi Bidang Pemberantasan PPATK.
Setelah pensiun dari Polri, Firman diangkat menjadi Direktur Manajemen Risiko, Legal, dan HSSE Mining Industry Indonesia atau PT Mineral Industri Indonesia dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 10 Juni 2025.
MIND ID merupakan BUMN Holding Industri Pertambangan yang membawahi PT ANTAM Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT INALUM, dan PT Timah Tbk.
Kunto Arief Wibowo
Putra Try Sutrisno lainnya adalah Letnan Jenderal TNI Kunto Arief Wibowo. Ia lahir di Malang pada 15 Maret 1971 dan merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1992 dari kecabangan Infanteri.
Kunto menjabat sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I sejak 7 Januari 2025.
Ia sempat dimutasi menjadi Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat pada 29 April 2025, namun mutasi tersebut kemudian dibatalkan sehingga ia tetap menjabat sebagai Pangkokagbwilhan.
Mutasi tersebut mencuat setelah nama Try Sutrisno tercantum sebagai salah satu penandatangan Forum Purnawirawan TNI Polri yang berisi ratusan jenderal, laksamana, marsekal, dan kolonel.
Forum itu menyampaikan delapan poin usulan, termasuk penolakan kebijakan pembangunan Ibu Kota Negara dan usulan pergantian Wakil Presiden melalui MPR.
Sebelumnya, Kunto pernah menjabat sebagai Pangdam III Siliwangi, Wakil Komandan Kodiklat TNI AD, serta Panglima Divisi Infanteri 3 Kostrad.
Danang Hadiwibowo
Salah satu menantu Try Sutrisno adalah Marsekal Muda TNI Danang Hadiwibowo. Ia lahir pada 9 Desember 1966 dan merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 1989. Danang menikah dengan Nori Chandrawati.
Saat ini Danang menjabat sebagai Perwira Staf Ahli Tingkat III Bidang Industri Teknologi Militer dan Siber Panglima TNI berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep 1127 X 2023. Sebelumnya ia menjabat sebagai Kepala Pusat Keuangan TNI.
Jejak kariernya meliputi berbagai posisi strategis di TNI dan Kementerian Pertahanan, termasuk Kapusku Kemhan dan Dirminlakgar Ditjen Renhan.
Ryamizard Ryacudu
Menantu lainnya adalah Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu yang menikah dengan Nora Tristyana, putri Try Sutrisno. Ryamizard lahir di Palembang pada 21 April 1950 dan merupakan lulusan AKABRI tahun 1974.
Ia pernah menjabat sebagai Pangdam V Brawijaya, Pangdam Jaya, Panglima Kostrad, hingga Kepala Staf Angkatan Darat pada 2002. Pada 2014, Presiden Joko Widodo mengangkatnya sebagai Menteri Pertahanan dalam Kabinet Kerja hingga 2019.
Selama menjabat, Ryamizard dikenal dengan sikap tegas dalam isu pertahanan dan keamanan nasional. Masa jabatannya sebagai Menteri Pertahanan berakhir pada 2019 dan digantikan oleh Prabowo Subianto.
Tinggalkan Komentar
Komentar