periskop.id - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya mantan Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia Try Sutrisno. Yusril menyebut kepergian tokoh bangsa ini merupakan kehilangan besar bagi seluruh rakyat Indonesia.
Rasa duka tersebut tersampaikan melalui keterangan resminya di Jakarta pada Senin (2/3). "Saya dan keluarga sangat berduka cita atas wafatnya Pak Try Sutrisno. Bangsa Indonesia kehilangan seorang tokoh militer sekaligus negarawan yang bersahaja, teguh dalam prinsip, dan penuh ketulusan dalam mengabdi," katanya.
Mantan Wakil Presiden ke-6 RI ini menghembuskan napas terakhir pada usia 90 tahun. Almarhum meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto.
Rencananya, jenazah tokoh militer ini akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata. Prosesi pemakaman berlangsung di Jakarta Selatan pada hari yang sama.
Menko Kumham Imipas memiliki kenangan panjang bersama purnawirawan jenderal bintang empat tersebut. Interaksi keduanya telah terjalin sejak awal dekade 1980-an saat almarhum menduduki kursi Panglima Kodam Jaya pada 1983.
Hubungan personal mereka semakin intens saat Yusril bertugas di Sekretariat Negara pada 1993. Masa tersebut bertepatan langsung dengan periode jabatan Try Sutrisno sebagai Wakil Presiden Indonesia.
"Pada masa itu, saya bertugas menyiapkan naskah-naskah kepresidenan, termasuk teks pidato Wakil Presiden, di bawah arahan Mensesneg Bapak Moerdiono. Sesekali saya bertemu dengan Pak Try. Beliau sangat baik, ramah, dan menghargai kami yang saat itu masih tergolong generasi muda," jelasnya.
Interaksi keduanya terus berlanjut hingga era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Presiden saat itu pernah menugaskan Yusril selaku Menteri Sekretaris Negara untuk berdiskusi langsung dengan almarhum membahas wacana kembali ke UUD 1945 naskah asli.
"Beliau adalah pribadi yang ikhlas dan teguh pendirian. Dalam berbagai diskusi kebangsaan, saya melihat komitmen beliau yang kuat terhadap konstitusi dan masa depan negara. Kesederhanaan hidupnya juga sangat membekas. Saya beberapa kali berkunjung ke kediaman beliau di Menteng, dan selalu disambut dengan penuh keramahan dan kebaikan hati," tuturnya.
Pejabat negara ini memandang sosok Try Sutrisno sebagai figur teladan sejati. Almarhum membuktikan pengabdian negara muncul lewat konsistensi dan kerendahan hati tanpa perlu retorika berlebihan.
"Atas nama pribadi, keluarga, dan jajaran Kemenko Kumham Imipas, saya menyampaikan doa terbaik. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilafnya, dan menempatkan almarhum di tempat terbaik di sisi-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kekuatan dan ketabahan," tutupnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar