periskop.id - Influencer kontroversial Permadi Arya atau yang lebih dikenal sebagai Abu Janda kembali menjadi sorotan publik setelah muncul dalam kontroversi terbaru. Pada Jumat, 10 Maret 2026, ia diundang dalam sebuah acara debat di salah satu stasiun televisi untuk membahas isu geopolitik.
Namun, diskusi yang awalnya berjalan normal berubah menjadi panas. Abu Janda dinilai melanggar etika debat sehingga situasi di studio semakin memanas. Akhirnya, moderator acara, Aiman Witjaksono, mengambil keputusan untuk menghentikan perdebatan dan memintanya meninggalkan forum.
Dalam debat tersebut juga hadir pakar hukum tata negara Feri Amsari serta mantan duta besar Indonesia Ikrar Nusa Bhakti, yang turut terlibat dalam diskusi sebelum suasana memanas.
Lalu, siapa sebenarnya Permadi Arya yang dikenal dengan nama Abu Janda? Bagaimana latar belakang pendidikannya dan kontroversi apa saja yang pernah menyeret namanya?
Siapa Abu Janda Permadi Arya?
Permadi Arya atau yang dikenal sebagai Abu Janda lahir dengan nama asli Heddy Setya Permadi di Cianjur pada 14 Desember 1973. Sebelum dikenal sebagai influencer politik, ia lebih dulu berkarier sebagai profesional di berbagai bidang industri selama bertahun-tahun.
Dalam perjalanan kariernya, ia pernah bekerja di perusahaan sekuritas, perbankan swasta, hingga sektor pertambangan batu bara sekitar tahun 1999 hingga 2015.
Namanya mulai banyak dikenal publik sejak momentum Pemilihan Presiden Indonesia 2019. Saat itu, Abu Janda secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Joko Widodo dan aktif di media sosial untuk menyampaikan pandangan serta menanggapi isu-isu yang menurutnya berkaitan dengan radikalisme.
Latar Bekalang Pendidikan dan Karier Abu Janda Permadi Arya
Permadi Arya atau Abu Janda pernah menempuh Pendidikan:
- Diploma Ilmu Komputer di Informatic IT School, Singapura pada 1997
- Business & Finance di University of Wolverhampton, Inggris pada 1999.
Setelah menyelesaikan pendidikannya, Abu Janda memulai karier profesional di berbagai sektor industri. Dalam rentang waktu 1999 hingga 2015, ia pernah bekerja di sejumlah perusahaan, mulai dari perusahaan sekuritas, perbankan swasta, hingga industri pertambangan batu bara.
Deretan Kontroversi Abu Janda Permadi Arya
Permadi Arya atau Abu Janda kerap menjadi sorotan publik karena berbagai pernyataannya di media sosial maupun dalam forum diskusi. Berikut beberapa kontroversi yang pernah melibatkan dirinya:
1. Dugaan Rasisme terhadap Natalius Pigai
Kontroversi ini muncul ketika Abu Janda menanggapi sebuah unggahan dengan kalimat yang dianggap bernada rasis terhadap tokoh Papua tersebut. Cuitan itu kemudian dilaporkan oleh sejumlah organisasi pemuda kepada pihak kepolisian pada Januari 2021.
2. Kasus “Islam Arogan”
Abu Janda pernah memicu polemik setelah menulis di X bahwa Islam merupakan agama pendatang dari Arab dan menyebut istilah “Islam arogan” dalam sebuah perdebatan dengan tokoh lain. Pernyataan tersebut menuai kecaman dari berbagai pihak karena dianggap menyinggung umat Islam. Akibatnya, ia dilaporkan ke Bareskrim Polri pada 29 Januari 2021 atas dugaan ujaran kebencian.
3. Pernyataan Tentang Konflik Israel-Palestina
Abu Janda juga beberapa kali menuai kritik karena pandangannya mengenai konflik di Timur Tengah. Ia sempat menyebut kelompok Hamas sebagai organisasi teroris, bukan pejuang kemerdekaan Palestina. Pernyataan itu memicu reaksi keras dari banyak pihak di Indonesia yang dikenal luas mendukung Palestina.
4. Pernyataan Soal Agama dan Kelompok Tertentu
Sejumlah komentar Abu Janda di media sosial juga sering memicu polemik. Beberapa di antaranya berkaitan dengan kritik terhadap kelompok Islam konservatif maupun isu sensitif lain seperti agama dan kelompok minoritas yang oleh sebagian pihak dianggap provokatif.
5. Isu jabatan di BUMN
Pada 2025, sempat beredar kabar bahwa Abu Janda diangkat sebagai komisaris di salah satu anak perusahaan BUMN yang bergerak di sektor jalan tol. Informasi tersebut sempat viral di media sosial, tetapi perusahaan terkait kemudian menyatakan bahwa kabar tersebut tidak benar.
6. Dikenal sebagai “Buzer Politik”
Dalam beberapa kesempatan, Abu Janda mengakui dirinya pernah berperan sebagai influencer atau buzer pada masa Pemilihan Presiden Indonesia 2019 untuk mendukung Joko Widodo. Pengakuan tersebut memicu perdebatan karena dianggap mencerminkan praktik politik buzer di media sosial.
7. Insiden Diusir dari Acara Televisi
Kontroversi terbaru yang melibatkan Permadi Arya atau Abu Janda terjadi saat ia menjadi narasumber dalam program Rakyat Bersuara di salah satu stasiun televisi swasta. Dalam diskusi yang membahas konflik geopolitik di Timur Tengah, suasana debat sempat memanas.
Abu Janda dinilai tidak mampu mengendalikan emosi dan melontarkan kata-kata keras kepada sejumlah narasumber, termasuk pakar hukum tata negara Feri Amsari serta akademisi dan mantan duta besar Ikrar Nusa Bhakti.
Karena situasi dianggap sudah tidak kondusif, moderator acara, Aiman Witjaksono, akhirnya meminta Abu Janda meninggalkan studio meskipun program tersebut masih berlangsung secara siaran langsung. Insiden ini kemudian ramai diperbincangkan di media sosial.
Tinggalkan Komentar
Komentar