periskop.id - Lagi scroll TikTok nggak sengaja ketemu lowongan PT KAI, jangan langsung senang dulu. Bisa jadi itu bukan peluang, tapi jebakan penipuan yang lagi marak beredar.

Belakangan ini, banyak beredar video di TikTok yang mengklaim membuka lowongan kerja di PT Kereta Api Indonesia (KAI). Informasinya terlihat meyakinkan, lengkap dengan syarat dan cara daftar yang terlihat resmi.

Sayangnya, tidak semua informasi tersebut benar. Hal ini merupakan modus penipuan yang memanfaatkan antusiasme pencari kerja. Karena itu, penting banget untuk lebih teliti dan tahu ciri-cirinya agar tidak jadi korban.

Modus Penipuan Rekrutmen KAI yang Sering Terjadi

Minat besar masyarakat terhadap lowongan kerja di PT Kereta Api Indonesia ternyata dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab. Penipuan rekrutmen kini makin marak dengan berbagai cara, terutama melalui platform digital seperti media sosial, khususnya aplikasi TikTok.

Beberapa modus penipuan yang perlu kamu waspadai antara lain:

  • Penyebaran info lowongan lewat akun media sosial yang tidak resmi.
  • Mengarahkan calon pelamar untuk menghubungi nomor atau kontak tertentu.
  • Meminta sejumlah uang dengan alasan biaya administrasi atau proses seleksi.
  • Menjanjikan kelulusan tanpa tahapan seleksi yang jelas dan transparan.
  • Karena itu, penting untuk selalu cek sumber informasi dan jangan mudah tergiur dengan proses yang terlihat cepat atau terlalu mudah..

Klarifikasi Resmi KAI Soal Rekrutmen di TikTok

Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menegaskan bahwa informasi rekrutmen yang beredar melalui akun tidak resmi tidak bisa dijadikan acuan.

“KAI tidak pernah membuka rekrutmen melalui akun tidak resmi di media sosial, termasuk TikTok. Informasi yang beredar dari akun-akun tersebut dapat dipastikan bukan berasal dari KAI,” tegas Franoto dalam keterangannya pada Kamis, 9 April 2026.

PT Kereta Api Indonesia menegaskan bahwa seluruh proses rekrutmen resmi hanya dilakukan melalui website e-recruitment.kai.id serta media sosial resmi perusahaan.

Di luar jalur tersebut, masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya karena berpotensi merupakan informasi palsu. Selain itu, KAI juga memastikan beberapa hal penting berikut:

  • Tidak pernah memungut biaya dalam bentuk apa pun selama proses rekrutmen.
  • Tidak bekerja sama dengan agen perjalanan atau pihak ketiga.
  • Tidak mewajibkan penggunaan hotel atau transportasi tertentu.
  • Tidak menjanjikan kelulusan instan.

Informasi ini penting untuk diketahui agar kamu bisa lebih waspada dan terhindar dari modus penipuan yang mengatasnamakan KAI.

Komdigi Tegaskan: Lowongan KAI Berbayar Adalah Hoaks

Dilansir dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), beredar sebuah pesan berantai dalam bentuk gambar yang mengklaim bahwa PT Kereta Api Indonesia sedang membuka lowongan kerja untuk beberapa posisi, seperti kondektur, masinis, pramugari, teknisi operator, hingga PPKA. Sekilas, informasi ini terlihat meyakinkan karena mencantumkan detail posisi yang cukup lengkap.

Namun, dalam pesan tersebut juga disebutkan adanya biaya masuk yang harus dibayarkan oleh calon pelamar, serta mencantumkan nomor telepon tertentu untuk dihubungi. Hal seperti ini patut dicurigai karena tidak sesuai dengan prosedur rekrutmen resmi KAI yang tidak pernah memungut biaya apa pun dari pelamar.

Lapor dan Antisipasi Penipuan Rekrutmen

Kalau kamu menemukan informasi lowongan yang mencurigakan, sebaiknya jangan langsung percaya. Kamu bisa memastikan kebenarannya dengan menghubungi kanal resmi PT Kereta Api Indonesia, seperti Contact Center di 121, WhatsApp 081122233121, email [email protected], atau layanan resmi lainnya.

Melalui KAI Daop 1 Jakarta, KAI juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan digital yang semakin beragam. Selain itu, masyarakat diharapkan ikut menjaga kepercayaan terhadap proses rekrutmen KAI yang dilakukan secara transparan dan profesional.