periskop.id - Kram haid bisa terasa sangat mengganggu hingga membuat aktivitas sehari-hari terhenti. Dalam situasi ini, saran sederhana seperti minum air hangat atau cukup istirahat sering kali terdengar, meski tidak selalu sejalan dengan tingkat nyeri yang dirasakan.

Namun, sebuah penelitian terbaru justru membawa kabar mengejutkan. Saran "minum air" yang sederhana itu, ternyata punya dasar ilmiah yang sangat kuat.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal BMC Women’s Health tahun 2021 mengungkapkan bahwa hanya dengan meningkatkan asupan air putih, tingkat keparahan nyeri haid dapat berkurang secara signifikan.

Studi yang berjudul "The Role of Water Intake in The Severity of Pain and Menstrual Distress Among Females Suffering from Primary Dysmenorrhea" ini dilakukan oleh para peneliti di Iran. 

Mereka memantau sekelompok mahasiswi yang menderita dismenore primer, yakni istilah medis untuk nyeri kram di perut bagian bawah yang terjadi sebelum atau saat menstruasi tanpa adanya kelainan pada organ reproduksi.

Mengapa Air Putih Berpengaruh?

Penelitian ini melibatkan perempuan yang biasanya minum kurang dari 1,6 liter air per hari. Mereka kemudian diminta untuk meningkatkan konsumsi air hingga 1,8 sampai 2 liter setiap hari selama dua siklus menstruasi.

Hasilnya cukup mencengangkan. Kelompok yang rajin minum air putih melaporkan bahwa rasa nyeri mereka berkurang drastis dibandingkan dengan kelompok yang tidak mengubah pola minumnya. 

Tidak hanya itu, durasi atau lama hari perdarahan mereka juga menjadi lebih singkat, dan yang paling penting, kebutuhan mereka akan obat-obatan pereda nyeri kimiawi menurun drastis.

Para ahli menjelaskan fenomena ini melalui teori "lingkaran nyeri." Ketika tubuh kekurangan cairan, konsentrasi hormon vasopresin dalam darah akan meningkat. 

Hormon ini dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit dan rahim berkontraksi lebih kuat, yang memicu rasa kram yang hebat. Dengan minum cukup air, kadar hormon ini tetap stabil, sehingga rahim menjadi lebih rileks dan rasa nyeri pun mereda.

Fakta Unik dari Penelitian

Penelitian ini mencatat beberapa temuan menarik yang menjadi kabar baik bagi kaum hawa. Manfaat dari asupan air putih ini ternyata bersifat bertahap di mana rasa nyaman yang dirasakan akan semakin kuat pada siklus kedua setelah tubuh mulai beradaptasi dengan pola hidrasi yang baru. 

Menariknya, khasiat yang dirasakan tidak hanya sebatas meredakan nyeri. Beberapa partisipan melaporkan adanya "efek samping" positif seperti kondisi wajah yang terlihat lebih cerah atau glowing serta berkurangnya jerawat berkat hidrasi tubuh yang optimal. 

Selain itu, metode ini terbukti sebagai solusi yang sangat alami dan aman, karena tim peneliti tidak menemukan efek samping negatif sedikit pun selama proses peningkatan konsumsi air tersebut.

Meski studi ini memberikan harapan baru, para peneliti mengingatkan bahwa hasil setiap orang bisa berbeda-beda. 

Namun, pesan utamanya sangat jelas, bagi para perempuan yang sering tersiksa karena kram perut saat datang bulan, mencoba rutin minum minimal 2 liter air per hari adalah langkah awal yang sangat layak dicoba sebelum memutuskan untuk mengonsumsi obat-obatan.

Jadi, daripada sekadar menahan nyeri atau buru-buru meminum obat kimia, mungkin sudah saatnya Anda menyiapkan botol minum yang lebih besar di meja kerja.