Periskop.id - Indonesia tercatat sebagai negara dengan jaringan rel kereta api terpanjang di kawasan ASEAN. Namun, jika dihitung berdasarkan luas wilayah, posisi Indonesia justru turun jauh dan kalah dari beberapa negara tetangga seperti Thailand hingga Singapura.

Data ini menunjukkan bahwa panjang total rel belum tentu mencerminkan kepadatan atau efisiensi infrastruktur transportasi sebuah negara.

Berdasarkan data dari ASEANstats, Indonesia memiliki total panjang rel kereta api mencapai 6.927 kilometer.

Angka tersebut menempatkan Indonesia di posisi pertama di Asia Tenggara. Di bawah Indonesia ada Myanmar dengan 6.226 km, Thailand 5.626 km, dan Vietnam 2.646 km.

Sementara itu, negara dengan jaringan rel paling pendek dalam daftar ini adalah Singapura dengan 259 km.

Berikut adalah peringkat negara ASEAN berdasarkan panjang total rel kereta api:

PeringkatNegaraPanjang Rel Kereta Api (Km)
1Indonesia6.927
2Myanmar6.226
3Thailand5.626
4Vietnam2.646
5Malaysia2.106
6Kamboja652
7Laos422
8Filipina277
9Singapura259

Secara nominal, Indonesia terlihat unggul. Namun, angka tersebut perlu dibaca bersama luas wilayah daratan masing-masing negara.

Indonesia adalah negara dengan luas daratan terbesar di kawasan. Total luas daratannya mencapai 1.916.906,77 kilometer persegi.

Bandingkan dengan Thailand yang hanya memiliki luas 510.890 km², atau Singapura yang hanya 709,2 km².

Berikut data luas daratan negara-negara ASEAN:

NegaraLuas Daratan (Km²)
Indonesia1.916.906,77
Malaysia328.657,00
Singapura709,20
Filipina343.448,00
Thailand510.890,00
Vietnam313.429,00
Kamboja181.035,00
Laos230.800,00
Myanmar652.670,00

Ketika panjang rel dihitung terhadap luas daratan, hasilnya berubah drastis. Metode ini menunjukkan berapa meter rel tersedia untuk setiap kilometer persegi wilayah.

Dalam perhitungan ini, Singapura jauh unggul dengan rasio 365,20 meter per kilometer persegi. Tingginya rasio tersebut wajar karena wilayah negara kota itu kecil, tetapi memiliki sistem transportasi rel yang sangat padat.

Thailand berada di posisi kedua dengan rasio 11,01 meter/km². Disusul Myanmar 9,54 meter/km², Vietnam 8,44 meter/km², dan Malaysia 6,41 meter/km².

Indonesia hanya berada di posisi keenam dengan rasio 3,61 meter/km². Bahkan hanya sedikit di atas Kamboja yang memiliki rasio 3,60 meter/km². Berikut adalah rinciannya:

PeringkatNegaraMeter per Km²
1Singapura365,20
2Thailand11,01
3Myanmar9,54
4Vietnam8,44
5Malaysia6,41
6Indonesia3,61
7Kamboja3,60
8Laos1,83
9Filipina0,81

Data ini menggambarkan bahwa Indonesia memang memiliki jaringan rel paling panjang secara total. Namun, luas wilayah yang sangat besar membuat kepadatan infrastruktur rel masih rendah.

Hal ini menjelaskan mengapa konektivitas kereta api di Indonesia masih terpusat di wilayah tertentu seperti Pulau Jawa dan sebagian Sumatera. Sementara di banyak daerah lain, transportasi rel belum berkembang signifikan.

Di sisi lain, Thailand dan Vietnam menunjukkan distribusi rel yang lebih padat terhadap luas wilayahnya. Singapura bahkan menjadi contoh ekstrem negara kecil dengan infrastruktur rel sangat efisien dan terintegrasi.

Dengan kebutuhan mobilitas yang terus meningkat, Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah besar untuk memperluas jaringan rel agar lebih merata dan efektif.