periskop.id - Kunjungan kenegaraan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier ke Jakarta pada Senin (15/6) memicu rekayasa lalu lintas di 10 ruas jalan utama ibu kota. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya dijadwalkan mulai memberlakukan pengaturan arus kendaraan sejak pukul 08.00 WIB hingga seluruh rangkaian agenda rampung.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin menyebutkan, pengawalan rombongan tamu negara tersebut merupakan bentuk penghormatan atas kunjungan resmi pimpinan negara Jerman itu ke Indonesia.

Advertisement

"Indonesia akan menerima kunjungan kenegaraan Presiden Republik Federal Jerman, Y.M. Frank-Walter Steinmeier. Akan ada pengawalan dan pengaturan lalu lintas sementara di beberapa ruas jalan utama Jakarta sebagai bentuk penghormatan," ujar Komarudin saat dihubungi di Jakarta, Minggu (14/6).

Setidaknya ada 10 ruas jalan yang bakal dilalui iring-iringan kendaraan Presiden Jerman. Lima di antaranya meliputi Jalan Halim Perdanakusuma, Jalan MT Haryono, Jalan Gatot Subroto, Jalan Asia Afrika, serta Jalan Jenderal Sudirman-Thamrin.

Lima ruas lainnya yang masuk daftar pengawalan adalah Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan Garnisun Dalam, Jalan Prof Dr Satrio, Jalan Medan Merdeka Utara, dan Jalan Perwira.

Meski mencakup banyak titik strategis di pusat ibu kota, Komarudin memastikan penutupan tidak akan berlangsung sepanjang hari. Rekayasa lalu lintas, menurut dia, hanya diterapkan pada momen tertentu saja.

Pengaturan itu bersifat situasional, yakni diberlakukan hanya ketika konvoi kendaraan rombongan Steinmeier melintas di ruas yang bersangkutan. Setelah iring-iringan berlalu, arus kendaraan umum kembali normal.

Komarudin mengimbau masyarakat yang hendak melintas di sekitar jalur kunjungan untuk memantau kondisi lalu lintas secara berkala dan menyiapkan rute alternatif guna menghindari potensi penumpukan kendaraan.

Kunjungan Steinmeier ini merupakan kunjungan kenegaraan resmi dari Presiden Republik Federal Jerman ke Jakarta. Polda Metro Jaya diturunkan untuk memastikan kelancaran dan keamanan seluruh rangkaian perjalanan rombongan tamu negara tersebut.

"Penutupan jalan hanya akan dilakukan saat rangkaian kendaraan melintas," tegas Komarudin.