Periskop.id - Kereta api Argo Bromo Anggrek, atau yang sering disebut dengan singkatan ABA, merupakan ikon layanan transportasi kelas eksekutif yang menghubungkan dua kota besar di Indonesia, Jakarta (Gambir) dan Surabaya (Pasar Turi). 

Beroperasi melalui lintas utara Jawa, kereta ini singgah di beberapa stasiun besar seperti Cirebon, Semarang Tawang, dan Bojonegoro. Hingga saat ini, Argo Bromo Anggrek tetap menjadi simbol efisiensi dan kenyamanan bagi para pelancong antarkota.

Sejarah dan Arti di Balik Identitas JS-852

Berdasarkan informasi dari laman resmi PT INKA, Argo Bromo Anggrek merupakan produk pengembangan dari generasi sebelumnya, yaitu Argo Bromo. Kereta ini secara resmi diluncurkan pada tanggal 24 September 1997 dan dikenal dengan kode teknis JS-852.

Nama kode JS-852 memiliki makna mendalam yang berkaitan dengan sejarah nasional dan target operasionalnya. Akronim tersebut merujuk pada rute Jakarta Gambir ke Surabaya Pasarturi dengan waktu tempuh 8 jam, yang diluncurkan bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke 52.

Sebelum kehadiran varian Anggrek, sudah ada KA Argo Bromo yang dikenal sebagai JS-950. Kode tersebut bermakna rute Jakarta ke Surabaya ditempuh dalam waktu 9 jam sebagai kado HUT RI ke 50. P

ada masanya, kemampuan menempuh rute Jakarta sampai Surabaya dalam waktu 9 jam merupakan sebuah prestasi luar biasa yang belum pernah dicapai oleh layanan kereta api mana pun sebelumnya.

Filosofi Nama dan Keunggulan Fasilitas

Nama "Bromo Anggrek" diambil dari dua ikon alam Indonesia. Kata Bromo merujuk pada Gunung Bromo, gunung berapi kaldera aktif yang terletak di wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. 

Secara administratif, gunung ini mencakup empat wilayah di Jawa Timur, yakni Kabupaten Probolinggo, Malang, Pasuruan, dan Lumajang. Sementara itu, kata Anggrek merujuk pada bunga asli Indonesia yang memiliki nama ilmiah Orchidaceae.

Dari sisi teknis, Argo Bromo Anggrek dirancang lebih elegan dan nyaman dibandingkan pendahulunya. 

Pada awal pengoperasian, kereta ini menjadi salah satu layanan unggulan karena menggunakan rangkaian kereta berbogie CL243 bolsterless (K9). Saat ini, layanan ABA semakin mewah dengan kehadiran kelas eksekutif dan compartment suite.

Evolusi Kecepatan dan Waktu Tempuh

Sejak pertama kali meluncur pada tahun 1997, KA Argo Bromo Anggrek terus mengalami perkembangan signifikan. Melansir Antara, waktu tempuh kereta ini terus dipangkas seiring dengan modernisasi infrastruktur.

Pada awal operasionalnya, perjalanan Jakarta menuju Surabaya membutuhkan waktu sekitar 9 jam 5 menit. Melalui peningkatan jalur, modernisasi sistem persinyalan, hingga optimalisasi titik pemberhentian, waktu tempuh tersebut berkurang menjadi 8 jam 10 menit pada tahun 2015. 

Berdasarkan Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA) 2025, efisiensi ini mencapai puncaknya dengan waktu tempuh hanya sekitar 7 jam 45 menit.

Catatan Insiden dalam Perjalanan Sejarah

Meski dikenal sebagai layanan unggulan, operasional KA Argo Bromo Anggrek tidak terlepas dari beberapa peristiwa tragis yang mencatat sejarah duka dalam transportasi kereta api Indonesia:

  • Tragedi Petarukan (2010)
    Pada tanggal 2 Oktober 2010, terjadi kecelakaan fatal di Petarukan, Pemalang. KA Argo Bromo Anggrek menabrak bagian belakang KA Senja Utama Semarang yang sedang berhenti menunggu sinyal masuk stasiun. 

    Peristiwa yang terjadi saat penumpang tertidur lelap ini menyebabkan gerbong belakang Senja Utama hancur total dan menewaskan 34 orang. Hasil investigasi menyatakan masinis Argo Bromo mengabaikan sinyal merah.
  • Tabrakan Stasiun Bekasi Timur (2026)
    Pada tanggal 27 April 2026 pukul 20.57 WIB, KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) arah Surabaya terlibat tabrakan dengan Commuter Line Cikarang di Stasiun Bekasi Timur. Insiden ini menyebabkan kerusakan berat pada lokomotif serta rangkaian KRL Tokyo Metro 6000. 

    Berdasarkan data terbaru hingga Rabu pagi (29/4), tercatat 16 orang meninggal dunia dan 91 orang lainnya luka-luka. Kecelakaan ini juga berdampak luas pada terganggunya operasional perjalanan di lintas Jakarta ke Cikampek.