banner-sheroes-yoga
Ekonomi

Rosan: Biasanya Asia, Kini Amerika yang Paling Banyak Beli Obligasi Indonesia

Lazimnya investor Asia yang paling banyak serap obligasi Indonesia. Kali ini Amerika Serikat borong 52% dari tenor 10 tahun global bond perdana Danantara.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani saat memberikan Keterangan Pers Mensesneg dan Menteri Investasi, Ruang Sidang Kabinet
Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani saat memberikan Keterangan Pers Mensesneg dan Menteri Investasi, Ruang Sidang Kabinet, Seni (15/6). Foto oleh Periskop.id/Tangkapan layar
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Danantara mencatat anomali dalam penerbitan global bond perdananya. Investor Amerika Serikat (AS) mendominasi pembelian obligasi tenor 10 tahun, membalik pola historis penerbitan obligasi Indonesia yang selama ini didominasi pembeli dari Asia.

Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan komposisi investor global bond perdana lembaganya terbilang tidak biasa. Menurutnya, 52% pembeli obligasi tenor 10 tahun berasal dari AS, sementara 31% dari Eropa dan Timur Tengah, dan 17% sisanya dari Asia.

"Historical tuh seperti itu, tapi ini justru kebalikannya, justru peminat dan yang membeli terbesarnya adalah dari Amerika Serikat," ujar Rosan dalam keterangan pers di Ruang Sidang Kabinet, Senin (15/6).

Rosan menjelaskan, pola serupa juga terlihat pada tenor 5 tahun, meski tidak sedominan tenor 10 tahun. Ia menyebut, 38% pembeli tenor 5 tahun berasal dari AS, 41% dari Eropa dan Timur Tengah, serta 21% dari Asia.

Ia menilai dominasi investor AS ini menjadi sinyal kuat kepercayaan pasar global terhadap Indonesia. Menurutnya, investor luar negeri selalu melihat investasi dari perspektif jangka panjang, bukan sekadar pergerakan harga harian.

Rosan menambahkan, tingginya minat dari AS turut mendorong oversubscribed yang signifikan. Total book building yang masuk menembus US$4,6 miliar, jauh melampaui target awal US$1 miliar, sehingga Danantara menaikkan ukuran penerbitan menjadi US$1,5 miliar.

Sebagai konteks, Danantara menggelar roadshow ke sejumlah kota sejak 3 Juni 2026, menyambangi Hong Kong, Singapura, Boston, London, hingga New York. Total 122 investor dari berbagai negara ditemui langsung oleh tim Danantara selama perjalanan tersebut.

Penerbitan ini juga menjadi yang pertama bagi Danantara sejak lembaga itu meraih rating setara sovereign rating pemerintah Indonesia dari Moody's, S&P, dan Fitch, semuanya di level investment grade. Dana hasil penerbitan dijadwalkan masuk ke rekening Danantara pada 18 Juni 2026.

"Ini membuktikan kepercayaan investor terhadap Indonesia itu ada dan tinggi," pungkas Rosan.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Perkasa Roeslani, dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.