Periskop.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menyederhanakan nama kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek, menjadi KA Anggrek, pada 9 Mei 2026. KAI memastikan pergantian nama dilakukan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada penumpang.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo menjelaskan, perubahan nama ini tidak mempengaruhi operasional perjalanan, apalagi hak penumpang.

“Penyederhanaan nama ini tidak mempengaruhi operasional perjalanan. Jadwal, rute, hingga kelas pelayanan tetap sama. Pelanggan tetap memperoleh layanan dengan standar yang telah ditetapkan,” ujar Franoto di Jakarta, Selasa (5/5). 

Tiket yang telah dibeli calon penumpang pun tetap berlaku dan dapat digunakan sebagaimana mestinya, sesuai jadwal dan kelas pelayanan yang dipilih. “Pelanggan tetap mendapatkan layanan yang sama seperti sebelumnya,” serunya. 

Di sisi lain, KAI, lanjutnya, juga telah melakukan penyesuaian pada berbagai aspek pendukung. Termasuk sistem ticketing, media informasi, serta alat peraga di lapangan. Langkah ini diambil untuk memastikan transisi berjalan lancar dan tidak menimbulkan kebingungan bagi pelanggan.

“Kami berharap dengan identitas yang lebih sederhana, layanan ini semakin dekat dengan masyarakat dan tetap menjadi pilihan utama transportasi yang aman, nyaman, dan terpercaya,” tuturnya.

Seperti diketahui pergantian nama ini sendiri bisa dibilang dilakukan untuk menghilangkan imej negatif dari KA tersebut dan rasa traumatis sejumlah orang akibat kecelakaan hebat yang terjadi pada Senin (27/4) malam pukul 20.55 WIB. Insiden tersebut melibatkan KA Argo Bromo Anggrek nomor perjalanan 4 rute Gambir - Surabaya Pasar Turi yang bertabrakan dengan rangkaian KRL Commuterline di Stasiun Bekasi Timur (BKST). 

Tragedi yang mengagetkan banyak orang tersebut mengakibatkan total korban mencapai 106 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 90 orang mengalami luka-luka, sementara 16 orang dinyatakan meninggal dunia.

Beberapa hari berselang, tepatnya Jumat (1/5), kecelakaan yang melibatkan Argo Bromo Anggrek kembali terjadi di perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Argo Bromo Anggrek kala itu menabrak satu mobil minibus yang mengakibatkan empat orang meninggal dunia.