periskop.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 dapat mencapai 5,4% hingga 5,6%. Airlangga menyebut momentum libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) akan menjadi pendorong kuat aktivitas ekonomi masyarakat.

Selain itu, sejumlah paket stimulus dan program diskon yang diluncurkan sepanjang Desember hingga awal Januari juga diyakini dapat menambah daya beli dan pergerakan ekonomi.

“Kuartal keempat kita berharap angkanya dalam rangenya, jadi kontribusinya akan lebih tinggi dari 5%,” kata Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip Kamis (27/11).

Airlangga menjelaskan, optimisme tersebut didukung oleh realisasi belanja kementerian/lembaga yang rata-rata diproyeksikan mencapai di atas 90% hingga akhir tahun.

Kondisi ini akan memberikan dorongan signifikan dari sisi belanja pemerintah. Selain itu, penyaluran berbagai program bantuan sosial (bansos), peningkatan mobilitas masyarakat, dan pemanfaatan momen Nataru diperkirakan menjadi tambahan penopang pertumbuhan.

“Jadi oleh karena itu nanti ada kontribusi dari government spending, belanja pemerintah, kemudian dari berbagai program bansos, dan tambahan lagi program yang diharapkan dari mobilitas masyarakat, serta juga untuk memanfaatkan Nataru,” kata Airlangga.

Sebelumnya, Airlangga mengungkapkan pemerintah telah menyiapkan paket stimulus dan diskon besar-besaran di berbagai sektor untuk menyambut momen Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kebijakan ini menyasar sektor transportasi, perumahan, perdagangan, hingga pariwisata guna mendongkrak konsumsi masyarakat.

“Kesiapan Nataru, nanti program diskon transportasi ini sudah disiapkan. Diskon tarif tersebut mencakup tiket kereta api, angkutan laut, angkutan penyeberangan, dan angkutan udara,” kata Airlangga.

Airlangga menjelaskan langkah ini diambil tidak hanya untuk memfasilitasi mobilitas warga, tetapi juga mengantisipasi lonjakan pergerakan selama libur panjang.