periskop.id - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mengungkapkan telah mengajukan penawaran untuk dua bidang lahan di Mekkah, Arab Saudi, yang akan digunakan untuk pembangunan Kampung Haji Indonesia.

Managing Director Treasury Danantara Indonesia Ali Setiawan mengatakan, penawaran tersebut mencakup satu lahan kosong dan satu lahan dengan bangunan. Nilai penawaran tidak dapat diungkapkan karena bersifat privat.

"Saya tidak bisa disclose nilainya karena itu kan bersifat privat, Pak. Tapi yang sudah pasti, kita memang karena sudah di-announce juga, kita sudah memasukkan bidding untuk potensi akuisisi satu tanah, ada satu lagi tanah dengan gedung," kata Ali Setiawan dalam media briefing Danantara, Jakarta, ditulis Sabtu (29/11).

Ali berharap proses ini berjalan lancar, mengingat ada sekitar 90 perusahaan global yang juga tengah menunggu keputusan final dari otoritas Arab Saudi.

“Nah ya, kita semua berdoa saja supaya Indonesia bisa setidaknya mendapatkan satu. Nanti kita masih menunggu hasilnya, karena peserta bidding juga banyak, sekitar 90-an, dan semuanya besar-besar. Jadi semoga kita bisa mendapatkan sesuatu, dan nanti akan di-announce selanjutnya kalau misalnya sudah konkret," terang Ali.

Menurut Ali, lokasi yang ditawarkan sangat strategis dan dapat memberikan manfaat bagi jamaah haji maupun umrah.

“Ini sangat membantu jamaah haji maupun umrah, terlebih lokasinya strategis karena di sekitarnya sudah banyak direncanakan pembangunan infrastruktur oleh pemerintah Saudi, sehingga nanti dapat melengkapi fasilitas tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Managing Director Stakeholders Management BPI Danantara Rohan Hafas menambahkan, proses bidding tidak didasarkan pada harga.

“Jadi peserta bidding melakukan bidding untuk konsep, jadi pemenangnya adalah yang memberikan konsep terbaik di lot itu. Kita sebut tanah itu sebagai lot, bukan harga. Harga sudah ditentukan, tidak bisa kurang atau lebih. Oke, itu pertama,” tutur Rohan.

Rohan menjelaskan bahwa proses evaluasi biasanya memakan waktu cukup lama, apalagi dengan banyaknya peserta. Ia juga mengungkapkan bahwa lokasi lahan tersebut berada sekitar 2,2–2,5 kilometer dari area utama ibadah. Aksesnya juga dekat dengan tunnel dan revelator, sehingga jamaah dapat berjalan kaki sekitar 20 menit.

“Jadi cukup strategis, sangat membantu jamaah haji maupun umrah saat melakukan ibadah ke sana,” tutup Rohan.