periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pengembangan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang dikerjakan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) mulai menunjukkan hasil positif.
Purbaya menjelaskan, dalam uji coba terhadap sekitar 145 Pemberitahuan Impor Barang (PIB), sistem Trade AI mampu mengidentifikasi potensi ketidaksesuaian nilai impor.
"Keberhasilannya seperti apa? Agak susah dijelaskan sekarang. Kemarin kami sudah mengecek 145 PIB. Dari situ, dicek dengan cepat, dapat tambahan kalau di AI-nya besar, mungkin lebih dari sekitar satu miliar," kata Purbaya dalam konferensi pers Peresmian Alat Pemindai Peti Kemas dan Peluncuran Aplikasi Kepabeanan Berbasis AI, Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (12/12).
Meski temuan awal sistem AI menunjukkan potensi nilai yang signifikan, hasil verifikasi lapangan menghasilkan tambahan penerimaan negara sebesar Rp1,2 miliar. Dia menegaskan, capaian tersebut tetap menjadi langkah awal yang menjanjikan.
"Jadi lumayan itu. Tapi saya pikir masih terlalu kecil. Tapi nggak apa-apa. Paling tidak, first run sudah menghasilkan penerimaan yang jelas seperti itu. Jadi kelihatannya proyek ini akan membantu saya ke depan," jelasnya.
Purbaya menambahkan bahwa seiring perkembangan teknologi dan pematangan sistem, kemampuan AI dalam mendeteksi potensi pelanggaran akan meningkat.
"Sekarang terlalu dini untuk bilang berapa peluang sebenarnya dari pengembangan AI ini. Tapi hasilnya sudah jelas. Dari situ saya dapat Rp1 miliar dengan mudah ternyata," ungkapnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar