Periskop.id - Pemerintah Indonesia terus berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan energi di tingkat masyarakat. Berdasarkan laporan terbaru dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam Konferensi Pers APBNKita Edisi Desember 2025, realisasi belanja untuk subsidi dan kompensasi telah mencapai angka yang signifikan pada periode Januari hingga November 2025.
Total dana yang telah dikucurkan oleh negara tercatat sebesar Rp345,1 triliun. Angka ini setara dengan 72,6% dari total pagu anggaran yang telah disiapkan dalam APBN. Penyerapan ini menunjukkan bahwa pemerintah secara konsisten memberikan bantalan ekonomi agar harga-harga komoditas penting tidak langsung terpengaruh oleh fluktuasi harga global.
Sepanjang sebelas bulan pertama tahun 2025, masyarakat telah menikmati berbagai fasilitas subsidi dan kompensasi dalam berbagai bentuk. Berikut adalah rincian sektor-sektor utama yang mendapatkan dukungan dana tersebut.
Bahan Bakar Minyak (BBM)
Sektor transportasi dan logistik menjadi salah satu penerima manfaat terbesar. Pemerintah menargetkan penyaluran BBM bersubsidi sebesar 19.410,0 ribu kiloliter (KL) untuk tahun ini.
Hingga November 2025, realisasinya telah menyentuh angka 15.613,8 ribu KL atau setara dengan 80,4% dari target tahunan.
Penyaluran BBM subsidi berperan penting dalam menjaga stabilitas harga energi, terutama bagi kelompok masyarakat dan sektor usaha yang sangat bergantung pada bahan bakar dalam aktivitas sehari hari.
LPG Tabung 3 Kilogram
Gas melon atau LPG 3 kg tetap menjadi tumpuan utama kebutuhan dapur masyarakat dan usaha mikro. Dari target sebesar 8.170,0 juta kg, pemerintah telah menyalurkan sebanyak 7.092,1 juta kg.
Tingkat realisasi ini mencapai 86,8%, menunjukkan konsumsi gas rumah tangga yang sangat stabil dan tinggi.
LPG 3 kg merupakan salah satu bentuk subsidi energi yang paling banyak dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya rumah tangga berpenghasilan rendah dan pelaku usaha mikro kecil.
Listrik Bersubsidi
Pencapaian menarik terlihat pada sektor ketenagalistrikan. Jumlah pelanggan yang menikmati listrik bersubsidi justru melampaui target awal. Dari target 42,1 juta pelanggan, realisasinya mencapai 42,6 juta pelanggan atau sebesar 101,1%.
Hal ini mengindikasikan adanya perluasan jangkauan bantuan listrik atau penyesuaian data pelanggan di lapangan yang membutuhkan dukungan tarif murah.
Capaian ini mencerminkan tingginya kebutuhan listrik masyarakat sekaligus efektivitas program subsidi listrik dalam menjangkau kelompok yang berhak menerima bantuan.
Pupuk untuk Petani
Guna mendukung ketahanan pangan nasional, pemerintah juga menyalurkan subsidi pupuk kepada para petani di seluruh Indonesia.
Dari target 8,9 juta ton yang ditetapkan, sebanyak 7,5 juta ton telah berhasil disalurkan ke kantong-kantong produksi pertanian. Realisasi ini mencapai 84,3% dari target yang dicanangkan.
Dengan realisasi keseluruhan yang telah mencapai 72,6%, pemerintah masih memiliki ruang fiskal untuk menuntaskan sisa kuota subsidi pada bulan Desember.
Penyaluran subsidi ini diharapkan dapat menahan laju inflasi dan memastikan masyarakat kelas menengah bawah tetap memiliki daya beli yang cukup, terutama dalam menghadapi dinamika ekonomi di penghujung tahun.
Tinggalkan Komentar
Komentar