periskop.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan capaian penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sepanjang tahun 2025 yang telah menembus angka Rp250,8 triliun, atau setara dengan 87,7% dari total pagu anggaran yang disediakan pemerintah.

"KUR ini diterima oleh 4,2 juta debitur dan para debitur KUR ini membayar bunganya 6%," kata Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, dikutip Sabtu (20/12).

Suahasil menjelaskan bahwa realisasi tersebut mendekati total target penyaluran tahun ini sebesar Rp286 triliun. Jutaan pelaku usaha dari berbagai sektor telah merasakan manfaat dari pembiayaan murah ini untuk mengembangkan bisnis mereka.

Seiring dengan tingginya penyaluran kredit, pemerintah telah mencairkan subsidi bunga senilai Rp26,0 triliun. Angka ini mencakup 67,9% dari total alokasi subsidi bunga KUR tahun 2025 yang dipatok sebesar Rp38,28 triliun.

"Ini akan bergulir terus dan untuk pembayaran tagihan subsidi ini akan terus kita lakukan sesuai dengan realisasi dari KUR-nya itu," jelas Suahasil mengenai mekanisme pembayaran subsidi.

Selain capaian nasional, Kemenkeu memberikan atensi khusus terhadap kondisi debitur di wilayah Sumatera yang baru saja dilanda bencana. Pemerintah tengah merancang skema insentif untuk meringankan beban para korban.

Langkah penanganan dilakukan secara bertahap, dimulai dari pemetaan dampak kerusakan di lapangan. Opsi paling drastis berupa penghapusan kewajiban utang disiapkan bagi usaha yang mengalami kerusakan total dan tidak mungkin beroperasi kembali.

Bagi debitur yang usahanya masih bisa diselamatkan, pemerintah menawarkan relaksasi kredit. Bentuk keringanan tersebut meliputi penyesuaian tenor pinjaman hingga pemberian masa tenggang (grace period) pembayaran.

"Sesuai arahan Bapak Presiden ada di dalam fase satu pemetaan. Kita segera memetakan. Saat ini sedang berjalan, dampak debitur KUR. Fase kedua, penghapusan kewajiban bagi usaha yang tidak bisa lanjut relaksasi bagi debitur lain," paparnya.

Tak berhenti di situ, insentif juga menyasar debitur baru di lokasi bencana. Mereka akan menikmati fasilitas istimewa berupa bunga 0% pada tahun 2026 dan hanya dikenakan bunga 3% pada tahun 2027.

Guna merealisasikan kebijakan pro-rakyat ini, pemerintah telah menyiapkan amunisi anggaran tambahan. Dana sebesar Rp2,14 triliun dialokasikan khusus untuk subsidi bunga KUR bencana dalam dua tahun ke depan.

"Karena itu kita akan mengalokasikan tambahan subsidi untuk KUR 2,14 triliun dialokasikan 2026 dan 2027 nantinya," tutup Suahasil.