periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah masih memiliki sisa anggaran pemulihan pascabencana sebesar Rp1,51 triliun yang berstatus dana siap pakai dan dapat segera disalurkan ke daerah terdampak bencana.

"Sekarang masih ada tersisa siap pakai Rp1,51 triliun. Jadi kalau besok atau hari ini BNPB bisa mengajukan ke kami untuk pembayaran utang jembatan, besok bisa cair," kata Purbaya dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana, Aceh, dikutop Rabu (31/12).

Purbaya menegaskan, sisa anggaran tersebut perlu segera dicairkan agar tidak hangus dan mengurangi alokasi anggaran pada tahun berikutnya. Ia mendorong percepatan pengajuan pencairan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelum akhir tahun anggaran.

"Kalau tahun depan anggarannya beda lagi. Jadi saya tidak mau hangus tahun ini, tahun depan jadi pengurang. Jadi kalau bisa, dihabiskan tahun ini tuh ada Rp1,51 triliun," jelasnya.

Bendahara negara itu juga menyebut percepatan penyaluran dana berlaku untuk berbagai kebutuhan pemulihan pascabencana, termasuk pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap), serta program pemulihan lainnya yang dilaksanakan oleh kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum.

"Tapi cuma tinggal satu hari, Anda sanggup? Saya agak nyesel ketemunya baru sekarang, harusnya sebelum-sebelumnya bisa saya percepat," terangnya.

"Karena selama ini saya menunggu, saya selalu heran kenapa permintaan tambahnya lambat dan sedikit. Hitungan saya lebih besar dari itu. Tapi kan karena saya memang di belakang pak ketua, kita tunggu," lanjutnya.

Menurut Purbaya, selama ini Kementerian Keuangan menyalurkan pembiayaan pemulihan pascabencana melalui satu pintu, yakni BNPB, guna memastikan akuntabilitas dan kemudahan verifikasi.

"Karena saya pernah ditanya sama Istana, gimana penyaluran Anda? Saya tahunya satu pintu lewat BNPB, yang lain kita tidak mengerti. Terlalu banyak jalur, Pak, kita tidak bisa verifikasi," tutur Purbaya.

Dengan masih tersedianya dana sebesar Rp1,51 triliun, Purbaya berharap seluruh pihak terkait dapat segera berkoordinasi agar penyaluran anggaran pemulihan pascabencana dapat dipercepat dan tepat sasaran.

"Jadi dana masih ada Rp1,51 triliun. Kalau bisa dicairkan cepat, dipercepat," tutupnya.