Periskop.id - PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), perusahaan pengolahan aluminium milik negara, menorehkan tonggak penting dalam perjalanan lima dekade atau 50 tahun Perusahaan. Salah satunya dengan mencatatkan kinerja produksi dan penjualan tertinggi sepanjang sejarah operasional pada tahun 2025.
Direktur Utama PT Inalum Melati Sarnita dalam pernyataannya, Kamis (8/1) menyatakan, sepanjang 2025, Inalum berhasil membukukan produksi aluminium sebesar 280.082 metrik ton (MT). Sedangkan penjualan mencapai 280.141 MT yang merupakan rekor tertinggi selama lebih dari 50 tahun berdiri.
Menurut dia, capaian tersebut menegaskan ketangguhan Inalum sebagai produsen aluminium nasional yang berdaya saing, di tengah dinamika industri global.
“Lima puluh tahun menjadi penanda bahwa Inalum terus bertumbuh bersama Indonesia. Sejak awal berdiri, Inalum hadir sebagai industri pengolahan aluminium yang memanfaatkan energi hijau, dan hingga hari ini tetap berkomitmen memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional serta manfaat bagi masyarakat,” ujar Melati.
Rekor kinerja 2025 tersebut diraih seiring dengan perayaan usia yang dimaknai bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi atas peran strategis Perusahaan. Khususnya dalam mendukung industri aluminium nasional dan perekonomian Indonesia.
Tanggung Jawab Sosial
Di tengah capaian bisnis yang positif, Inalum juga menegaskan komitmennya terhadap tanggung jawab sosial. Seiring terjadinya bencana alam di sejumlah wilayah Sumatera, perusahaan memutuskan untuk meniadakan perayaan besar HUT ke-50 dan mengalihkan seluruh anggaran selebrasi untuk kegiatan sosial.
Bantuan disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat, sebagai wujud empati dan kepedulian kemanusiaan. Langkah tersebut sejalan dengan prinsip keberlanjutan yang diusung perusahaan sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) strategis yang tumbuh bersama lingkungan dan masyarakat.
Selain itu, rangkaian syukuran usia emas juga diisi dengan operasi katarak gratis serta gerakan donor darah, bekerja sama dengan PMI Batubara di Tanjung Gading, Sumatera Utara.
Ke depan, Inalum menegaskan komitmennya untuk terus mengambil peran penting dalam penguatan industri aluminium terintegrasi nasional, sejalan dengan agenda hilirisasi dan kemandirian industri strategis.
Selain itu, sebagai perusahaan BUMN yang bergerak di industri aluminium terintegrasi, Inalum mengelola pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan memproduksi aluminium primer. Kesemuanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri serta pasar ekspor.
Tinggalkan Komentar
Komentar