periskop.id - Bank Indonesia (BI) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap stabil dan menjanjikan, sekaligus menjadi fokus peningkatan agar sesuai dengan kapasitas perekonomian.
Pada kuartal IV 2025, pertumbuhan diproyeksikan lebih tinggi, didorong oleh kenaikan permintaan domestik, membaiknya keyakinan pelaku ekonomi, serta peningkatan stimulus fiskal pemerintah.
"Beberapa sektor utama menunjukkan kinerja positif, termasuk industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, serta informasi dan komunikasi," ucap Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI secara daring di Jakarta, Rabu (21/1).
Dari sisi wilayah, Perry mengatakan Bali menjadi provinsi dengan pertumbuhan tertinggi. Diikuti Nusa Tenggara, DKI Jakarta, Jawa, dan Kalimantan, yang semuanya terdorong oleh meningkatnya konsumsi domestik dan aktivitas ekonomi yang dinamis.
Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 diperkirakan berada di kisaran 4,7 hingga 5,5%. Memasuki 2026, prospeknya lebih optimistis, dengan pertumbuhan diproyeksikan mencapai 4,9 hingga 5,7%, seiring berlanjutnya kenaikan permintaan domestik dan implementasi kebijakan pemerintah yang mendorong ekonomi tetap kuat.
Dalam hal ini Perry menyampaikan program stimulus pemerintah perlu terus diperkuat untuk meningkatkan konsumsi rumah tangga dan penyerapan tenaga kerja. Sementara investasi diperkirakan lebih tinggi berkat keberlanjutan program prioritas, termasuk hidrolisasi sumber daya alam, yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kapasitas perekonomian nasional.
"Dalam kerangka ini, Bank Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran, yang bersinergi dengan kebijakan fiskal dan sektor riil, guna mendorong pertumbuhan lebih tinggi sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia menghadapi tantangan global," tutur Perry.
Tinggalkan Komentar
Komentar