periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan lima pelabuhan besar di Indonesia yang menjadi sasaran evaluasi kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), termasuk rencana merumahkan pejabat yang dinilai tidak bekerja secara optimal.
Adapun lima pelabuhan tersebut antara lain Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Pelabuhan Batu Ampar Batam, dan Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara.
"Tanjung Priok, Tanjung Mas, Tanjung Perak, Batam, sama Sumatera Utara," kata Purbaya kepada media, Jakarta, Selasa (27/1).
Sebelumnya, Purbaya menegaskan akan merumahkan pejabat yang kinerjanya tidak optimal di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Ini merupakan langkah seriusnya untuk menutup celah kebocoran penerimaan negara.
Purbaya mengatakan besok pada Rabu 28 Januari 2026 akan mulai melakukan operasi bersih-bersih pejabat di dua instansi tersebut.
"Ini serius, besok di obrak-abrik tuh salah satu. Itu harusnya akan memperbaiki cara kerja pajak dan bea cukai dan harusnya yang bocor-bocor itu nggak akan terjadi lagi," kata Purbaya kepada media, Jakarta, Selasa (27/1).
Bendahara negara itu menyebut dalam operasi ini setidaknya ada pejabat di lima pelabuhan yang akan dirumahkan.
"Nanti beberapa pejabat itu saya rumahkan saja. Untuk message bahwa kita serius tahun ini. Jadi pejabat di 5 pelabuhan besar," tutupnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar