periskop.id - Terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) disambut positif oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA.

Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong menyatakan peran Thomas sangat penting untuk mendukung stabilitas moneter dan arah kebijakan kredit perbankan. optimistis bergabungnya Thomas di BI dapat menghadirkan ide-ide baru untuk mendorong pertumbuhan kredit dan ekonomi Indonesia pada 2026.

“Kami optimistis ide-ide baru dari beliau bisa memperkuat pertumbuhan ekonomi dan juga mendukung perkembangan kredit di perbankan,” ujar Hendra dalam konferensi pers, Selasa (27/1).

Hendra menilai sebagian pelaku usaha mulai bersiap melakukan ekspansi, sementara sebagian lain masih menunggu situasi global lebih stabil. Menurutnya, dukungan BI menjadi kunci agar sektor perbankan dapat bergerak lebih agresif.

“Sebagian pengusaha masih wait and see, tapi investasi dari luar negeri, terutama dari China, cukup banyak yang masuk. Biasanya mereka bermitra dengan nasabah kami dan ini diharapkan membantu pertumbuhan ekonomi dan kredit,” tambah Hendra.

Manajemen BCA menegaskan bahwa bank tetap fokus pada target pertumbuhan kredit 8–10% di 2026, meski menghadapi tren penurunan suku bunga acuan BI. Dengan arah kebijakan BI yang stabil, BCA optimistis dapat menjaga kualitas aset dan mengantisipasi risiko kredit.

Selain itu, BCA memperkirakan NPL tetap terkendali di kisaran 1,8-2%, sementara NIM (net interest margin) diproyeksikan sedikit turun ke 5,4-5,6% akibat tren suku bunga lebih rendah.

Hendra menambahkan bahwa kolaborasi antara kebijakan BI dan strategi BCA akan menjadi kunci untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus menjaga kinerja perbankan tetap solid. Dengan optimisme ini, BCA berharap keberadaan Thomas Djiwandono di BI dapat menghadirkan stabilitas moneter, mendorong ekspansi kredit, dan mempercepat investasi dalam negeri serta asing sepanjang 2026.