periskop.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin di Indonesia pada September 2025 mencapai 23,36 juta orang. Angka tersebut turun sebanyak 490 ribu orang dibandingkan Maret 2025. 

‎Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan tren penurunan kemiskinan telah berlangsung secara konsisten sejak Maret 2023 hingga September 2025. Secara persentase, tingkat kemiskinan nasional pada September 2025 tercatat sebesar 8,25%, atau menurun 0,22% poin.

‎"Sejak Maret 2023 sampai dengan September 2025, jumlah dan tingkat kemiskinan terus mengalami penurunan," kata Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers BPS, Jakarta, Kamis (5/2). 

‎Berdasarkan wilayah tempat tinggal, tingkat kemiskinan di perkotaan pada September 2025 tercatat sebesar 6,60%, turun 0,13% poin dibandingkan Maret 2025. Sementara tingkat kemiskinan di pedesaan mencapai 10,72%, atau turun 0,31% poin pada periode yang sama.

‎"Artinya adalah bahwa tingkat kemiskinan mengalami penurunan baik di perkotaan maupun di pedesaan," jelasnya.

‎Selain itu, BPS juga mencatat perbaikan kualitas kemiskinan. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) pada September 2025 secara umum mengalami penurunan dibandingkan Maret 2025.

‎Indeks Kedalaman Kemiskinan tercatat menurun baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan. Sementara Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) mengalami penurunan di wilayah pedesaan dan relatif stabil di wilayah perkotaan dibandingkan periode sebelumnya.

‎"Indeks Keparahan Kemiskinan P2 pada September 2025 mengalami penurunan di pedesaan tetapi relatif tidak berubah di perkotaan jika dibandingkan dengan Maret 2025," paparnya. 

‎Dari sisi sebaran wilayah, jumlah penduduk miskin masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, yakni sebanyak 12,32 juta orang atau sekitar 52,75% dari total penduduk miskin nasional. Sebaliknya, jumlah penduduk miskin paling sedikit berada di Pulau Kalimantan, yakni sekitar 880 ribu orang atau 3,76% dari total penduduk miskin nasional.

‎Pihaknya mencatat, jika dibandingkan Maret 2025, penurunan tingkat kemiskinan terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Penurunan terdalam tercatat di wilayah Maluku dan Papua, dengan penurunan sebesar 0,68 poin.

‎"Penurunan paling dalam terjadi di wilayah Maluku dan Papua, di mana di wilayah ini turun 0,68% basis point," tutup Amalia.