Periskop.id - Badan Pengelola (BP) BUMN bersama Danantara resmi memangkas 274 entitas BUMN lewat program streamlining. Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menyebut langkah ini bagian dari transformasi pengelolaan BUMN agar lebih ramping dan efisien.

Menurutnya, proses penyederhanaan jumlah perusahaan pelat merah itu berjalan sesuai target yang sudah ditetapkan.

"Kami laporkan sebelumnya bagaimana kami melakukan streamlining. Nah, result-nya sekarang sudah 274 perusahaan yang kita lakukan streamlining," kata Dony dalam keterangan tertulis, Jumat (7/8).

Dony merinci, pemerintah menargetkan penyederhanaan total 652 perusahaan BUMN. Setelah proses ini rampung, jumlah BUMN yang tersisa diperkirakan hanya sekitar 250 entitas.

"Kurang lebih nanti total yang akan kita selesaikan itu 652 perusahaan yang akan hilang. Dan sehingga nanti kita hanya akan punya 250 perusahaan," ujar Dony.

Laporan itu disampaikan Dony dalam pertemuan dengan Utusan Khusus Presiden, Kamis (6/8), yang membahas perkembangan program transformasi BUMN. Sejumlah dampak positif dari transformasi tersebut turut dipaparkan dalam pertemuan itu.

Salah satu contohnya adalah perubahan strategi bisnis PT Pupuk Indonesia yang membukukan laba Rp6,1 triliun pada enam bulan pertama tahun ini.

BP BUMN dan Danantara disebut terus mendorong BUMN menjadi perusahaan yang lebih sehat, adaptif, dan berdaya saing lewat transformasi ini. Penyederhanaan struktur, penguatan strategi bisnis, hingga peningkatan kinerja operasional diharapkan menambah nilai bagi perekonomian nasional.

Dony menambahkan, transformasi juga mendorong peningkatan kapasitas produksi sekaligus perluasan pasar ekspor di industri pupuk nasional.

"Sekarang kita sudah membangun 8, memperbaiki 8 pabrik pupuk kita. Dan kita sudah mulai ekspor pupuk kita, bulan lalu ekspor perdana kita ke Australia. Jadi kita sudah menjadi eksportir pupuk sekarang," ujar Dony.