periskop.id - Harga logam mulia Antam diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif dalam sepekan ke depan, seiring dinamika harga emas dunia dan kondisi global. Pada Sabtu pagi, harga logam mulia tercatat berada di level Rp2.887.000 per gram.
Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi menyebutkan, pergerakan harga logam mulia dalam negeri masih mengikuti arah harga emas dunia. Oleh karena itu, apabila harga emas dunia mengalami koreksi, harga logam mulia berpotensi ikut melemah.
Ia menjelaskan, pada skenario awal penurunan, harga emas dunia berpeluang turun ke area US$4.960 per troy ounce, yang kemudian diikuti pelemahan harga logam mulia di dalam negeri.
“Kalau seandainya harga emas dunia turun kemungkinan di US$4.960. Logam mulianya di Rp2.852.000,” ujarnya.
Apabila tekanan berlanjut, harga emas dunia berpotensi turun ke area support berikutnya di US$4.904 per troy ounce, dengan harga logam mulia yang berpeluang turun lebih dalam.
“Kalau seandainya turun lagi di support kedua itu sampai hari Sabtu di US$4.904, logam mulianya bisa ke Rp2.752.000,” imbuh Ibrahim.
Sebaliknya, jika harga emas dunia menguat pada awal pekan depan, Ibrahim memperkirakan harga logam mulia juga berpotensi bergerak naik.
“Kalau harga emas dunia minggu depan ini mengalami kenaikan kemungkinan besar menuju US$5.020. Harga logam mulianya itu di Rp3.092.000,” ujarnya.
Ibrahim menambahkan, penguatan harga logam mulia turut ditopang oleh meningkatnya permintaan global, khususnya dari bank sentral sejumlah negara.
Tinggalkan Komentar
Komentar