periskop.id - Perusahaan energi multinasional Eni mengumumkan penemuan cadangan gas raksasa di sumur eksplorasi Geliga-1 lepas pantai Kalimantan Timur pada (20/4). Ladang baru ini menyimpan potensi sekitar 5 triliun kaki kubik (TCF) gas dan 300 juta barel kondensat.
Melansir keterangan resmi perusahaan, pengeboran sumur Geliga-1 ini menembus kedalaman total sekitar 5.100 meter. Lokasi operasi berada di kedalaman air 2.000 meter berjarak sekitar 70 kilometer dari pesisir daratan.
Tim menemukan kolom gas signifikan pada target lapisan Miosen. Lapisan ini memiliki karakteristik sifat petrofisika yang sangat baik bagi cadangan energi.
Perusahaan saat ini merencanakan uji kandungan lapisan (Drill Stem Test). Pengujian ini bertujuan mengevaluasi tingkat produktivitas reservoir gas tersebut secara presisi.
Penemuan Geliga-1 memperpanjang rekor sukses eksplorasi perusahaan di Cekungan Kutei. Keberhasilan ini menyusul temuan raksasa Geng North pada akhir tahun lalu dan sumur Konta-1 pada Desember lalu.
Hasil positif ini mengonfirmasi potensi besar permainan gas di kawasan Cekungan Kutei. Perusahaan juga meyakini skalabilitas sumber daya di area ini sangat menjanjikan.
Langkah ini menyusul Keputusan Investasi Final (FID) proyek gas Gendalo dan Gandang sebagai Hub Selatan. Perusahaan juga menetapkan keputusan serupa untuk lapangan Geng North dan Gehem sebagai Hub Utara.
Proyek Hub Utara akan menggunakan fasilitas produksi terapung (FPSO) baru berkapasitas 1 bscfd gas dan 90.000 barel kondensat per hari. Fasilitas ini terhubung langsung dengan Kilang LNG Bontang.
Manajemen sedang mengevaluasi opsi percepatan pengembangan area baru Geliga. Kedekatan lokasi dengan infrastruktur eksisting menawarkan efisiensi waktu realisasi ke pasar dan optimalisasi biaya operasional.
Lokasi sumur Geliga sangat berdekatan dengan temuan gas Gula yang belum beroperasi. Lapangan Gula memiliki potensi 2 TCF gas dan 75 juta barel kondensat.
Penggabungan sumber daya Geliga dan Gula berpotensi menambah kapasitas produksi 1 bscfd gas dan 80.000 barel kondensat per hari. Kolaborasi ini membuka peluang jalur cepat pembentukan hub produksi ketiga di Cekungan Kutei.
Tim juga sedang mengkaji upaya peremajaan Kilang Bontang secara komprehensif. Kajian ini melibatkan penambahan kapasitas likuifaksi demi memperpanjang umur operasional pabrik pengolahan gas tersebut.
Eni telah sukses mengebor empat sumur eksplorasi lain di cekungan yang sama dalam enam bulan terakhir. Kampanye eksplorasi ini akan terus berlanjut menyasar sumur-sumur potensial lainnya ke depan.
Eni bertindak sebagai operator Blok Ganal memegang 82% hak partisipasi. Perusahaan energi Sinopec menguasai 18% porsi sisanya pada wilayah kerja strategis ini.
Tinggalkan Komentar
Komentar