periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini, Jumat 24 April 2026 terpantau melaju di zona merah. IHSG mengakhiri perdagangan sesi I siang ini dengan pelemahan 3,06% ke level 7.153.
Saham grup konglomerasi dan bluechips kompak memerah. Antara lain AMMN (-6,6%), BBCA (-5,8%), BREN (-4,3%), dan TLKM (-3,5%). Seluruh indeks sektoral mengalami koreksi, dengan IDX Infrastructure dan IDX Energy yang mengalami penuruan terbesar.
Secara teknikal, indikator MACD membentuk death cross diiringi dengan stochastic RSI yang mengarah ke bawah di pivot area.
“Kami memperkirakan IHSG berpotensi lanjutkan pelemahan menuju level 7.125-7.100 pada perdagangan Sesi II,” ulas Tim Riset Phintraco Sekuritas, Jumat (24/4).
Riset tersebut menjabarkan, sentimen negatif antara lain berasal dari pelemahan Rupiah yang sempat menyentuh level Rp17.300 per dolar AS dan ditutup pada level Rp17,286 per dolar AS di pasar spot. Ini menjadi level penutupan terburuk bagi Rupiah sepanjang masa serta merupakan pelemahan paling dalam di Asia. Pelemahan Rupiah yang relatif cepat ini di luar estimasi pasar sebelumnya.
Penutupan Selat Hormuz yang berlarut-larut membuat harga minyak bertahan di harga tinggi, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan potensi inflasi dan melebarnya defisit anggaran belanja.
Data uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh 9.7% YoY menjadi Rp10,355 triliun di Maret 2026, berakselerasi dari pertumbuhan sebesar 8.7% YoY di Februari 2026. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan uang beredar M1 sebesar 14.4% YoY dan uang kuasi sebesar 5.2% YoY.
Perkembangan M2 ini juga dipengaruhi oleh tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat dan penyaluran kredit. Hal ini diperkirakan seiring dengan adanya Hari Raya Idul Fitri di Maret 2026 sehingga jumlah uang beredar meningkat untuk transaksi, investasi dan konsumsi.
Tinggalkan Komentar
Komentar