Periskop.id - Industri perfilman tanah air kembali dikejutkan dengan pencapaian luar biasa dari sekuel komedi horor yang paling dinantikan tahun ini. Film Agak Laen: Menyala Pantiku! secara resmi mencetak sejarah baru dalam kancah sinema nasional.
Karya yang disutradarai oleh Muhadkly Acho ini sukses melampaui capaian film pertamanya dan kini kokoh bertengger sebagai film Indonesia terlaris ketiga sepanjang masa. Posisi prestisius ini menempatkan kuartet komedi tersebut tepat di bawah film Jumbo dan KKN di Desa Penari.
Keberhasilan ini memicu optimisme besar di kalangan pengamat film. Dengan tren penonton yang masih sangat stabil, film ini digadang-gadang memiliki peluang besar untuk menyusul dua raksasa box office nasional lainnya.
Jika momentum ini terus terjaga, bukan tidak mungkin posisi KKN di Desa Penari di urutan kedua atau Jumbo di puncak klasemen akan segera tergeser oleh ledakan tawa penonton dari film ini.
Update Jumlah Penonton dan Persaingan
Berdasarkan data terbaru yang dihimpun dari laman resmi Film Indonesia, per tanggal 30 Desember pukul 14.06 WIB, jumlah penonton Agak Laen: Menyala Pantiku! telah menyentuh angka yang sangat fantastis, yakni 9.525.928 penonton.
Angka ini menunjukkan betapa besarnya antusiasme masyarakat Indonesia terhadap genre komedi yang segar namun tetap memiliki unsur kejutan di dalamnya.
Persaingan di papan atas kini menjadi sangat ketat. Untuk bisa merebut posisi kedua, film ini hanya perlu mengejar selisih 535.105 penonton dari KKN di Desa Penari.
Sementara itu, untuk menjadi film nomor satu sepanjang masa di Indonesia, film produksi Imajinari ini terpaut sekitar 692.780 penonton dari film Jumbo yang saat ini masih memimpin sebagai pemuncak daftar film terlaris.
Estimasi Pendapatan Fantastis dan Perbandingan Sekuel
Kesuksesan dalam jumlah penonton tentu berbanding lurus dengan pundi pundi pendapatan yang dihasilkan. Tim Periskop mencoba melakukan estimasi terhadap pendapatan kotor yang diraup oleh film ini.
Dengan menggunakan asumsi rata rata harga tiket tahun 2019 dari laman Film Indonesia sebesar Rp40.000 per penonton, maka estimasi pendapatan kotor yang diperoleh mencapai angka Rp381 miliar.
Pencapaian ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan film pertamanya. Sebagai informasi tambahan, film Agak Laen sekuel pertama sebelumnya mampu mengumpulkan pendapatan kotor hingga Rp365,1 miliar.
Dengan demikian, sekuel terbaru ini berhasil mengantongi pendapatan yang lebih tinggi sebesar Rp15,9 miliar dibandingkan pendahulunya, membuktikan bahwa daya tarik karakter para personel Agak Laen justru semakin kuat di mata penonton pada film kedua mereka.
Apresiasi Penggemar Melalui Parade Gentayangan di Tiga Kota
Sebagai bentuk rasa syukur dan apresiasi kepada masyarakat, pihak yang terlibat dalam produksi film ini merencanakan sebuah agenda khusus bertajuk parade gentayangan.
Melansir informasi dari Antara, para pemeran utama dijadwalkan untuk mengunjungi atau menggentayangi tiga kota dengan basis penonton terbanyak selama periode 17 Desember hingga 31 Desember 2025.
Berdasarkan data statistik hingga 24 Desember 2025, tiga kota yang mencatatkan jumlah penonton tertinggi dan akan menjadi sasaran kunjungan tim adalah Tangerang, Bekasi, dan Medan.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi penutup tahun yang berkesan bagi para penggemar setuju yang telah mendukung film Agak Laen: Menyala Pantiku! hingga berhasil mencetak rekor yang membanggakan di penghujung tahun 2025 ini.
Tinggalkan Komentar
Komentar