periskop.id - Dari layar lebar Indonesia hingga produksi besar Hollywood, perjalanan karier Iko Uwais jadi bukti bahwa talenta lokal bisa bersinar di panggung dunia. Berbekal kemampuan pencak silat yang autentik dan aksi laga yang khas, Iko berhasil menarik perhatian industri perfilman internasional. Namanya melejit sejak membintangi The Raid, lalu terus menapaki karier global lewat berbagai film aksi bergengsi. Berikut 10 film yang menandai perjalanan Iko Uwais sebagai aktor laga Indonesia yang go international.
10 Daftar Film Iko Uwais
1. Man of Tai Chi (2013), Debut Hollywood Iko Uwais yang Bikin Bangga
Setelah sukses besar lewat The Raid, nama Iko Uwais semakin dikenal dunia. Dua tahun kemudian, ia resmi menembus industri Hollywood lewat film Man of Tai Chi. Menariknya, film laga ini menjadi debut penyutradaraan bagi aktor ternama Keanu Reeves.
Man of Tai Chi mengisahkan seorang ahli bela diri muda yang terjerumus ke dunia pertarungan bawah tanah demi mendapatkan uang. Di sana, kemampuan bela diri bukan hanya soal teknik, tapi juga soal prinsip dan batas moral.
Dalam film ini, Iko memerankan petarung asal Indonesia bernama Gilang Sanjaya. Ia beradu aksi dengan karakter utama yang diperankan oleh Tiger Chen. Meski durasi kemunculannya tidak terlalu banyak, Iko tetap berhasil mencuri perhatian lewat koreografi pertarungan yang intens dan aksi pencak silat yang khas.
2. Star Wars: The Force Awakens (2015)
Banyak yang sepakat kalau Star Wars adalah salah satu franchise film terbesar sepanjang masa. Setelah tampil di Man of Tai Chi, Iko Uwais kembali bikin publik Indonesia heboh karena ikut terlibat dalam Star Wars: The Force Awakens.
Di film ini, Iko tampil bersama dua aktor laga Indonesia lainnya, yaitu Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman. Meski hanya mendapat porsi singkat, kehadiran mereka tetap jadi kebanggaan tersendiri. Iko sendiri hampir tidak memiliki dialog dan tidak sempat menunjukkan kemampuan pencak silatnya. Sementara itu, Yayan tampil sedikit lebih menonjol dengan beberapa dialog menggunakan bahasa alien.
Walaupun kemunculannya singkat, keterlibatan Iko di franchise sebesar Star Wars tetap menjadi pencapaian besar dalam karier internasionalnya.
3. Beyond Skyline (2017), Aksi Bela Diri Lawan Alien
Setelah dua film Hollywood dengan peran terbatas, Iko akhirnya mendapat porsi lebih besar di Beyond Skyline. Film ini merupakan debut penyutradaraan Liam O'Donnell dan menjadi sekuel dari Skyline.
Berbeda dari film sebelumnya, kali ini Iko benar-benar unjuk gigi. Dalam film bergenre fiksi ilmiah ini, ia berperan sebagai Sua, pemimpin kelompok perlawanan manusia bawah tanah yang berjuang menghadapi invasi alien. Adegan aksinya cukup intens dan memberi ruang bagi Iko untuk menampilkan kemampuan bela dirinya secara maksimal. Film ini juga kembali mempertemukannya dengan Yayan Ruhian.
4. Mile 22 (2018), Jadi Villain dan Adu Akting dengan Mark Wahlberg
Karier Iko di Hollywood makin naik level ketika ia dipercaya memerankan karakter penting di Mile 22. Film yang disutradarai oleh Peter Berg ini mempertemukannya dengan aktor papan atas Mark Wahlberg.
Mile 22 bercerita tentang tim CIA yang harus mengawal seorang aset penting. Iko memerankan Li Noor, sosok misterius yang menjadi pusat misi tersebut. Di film ini, ia bukan hanya menampilkan koreografi laga yang intens, tetapi juga menunjukkan kualitas akting yang lebih emosional. Menariknya lagi, Iko beberapa kali berbicara dalam bahasa Indonesia di film ini.
5. Triple Threat (2019)
Enam tahun setelah Man of Tai Chi, Iko kembali dipertemukan dengan Tiger Chen lewat film aksi Triple Threat. Kali ini, mereka juga beradu akting dengan bintang laga Thailand, Tony Jaa.
Film ini mengisahkan putri seorang miliarder yang menjadi target sindikat kejahatan. Tiga tentara bayaran kemudian ditugaskan untuk melindunginya. Kombinasi Iko, Tiger Chen, dan Tony Jaa membuat adegan laga di film ini terasa solid dan penuh energi.
6. Stuber (2019)
Setelah tampil memukau di Mile 22, Iko Uwais kembali dipercaya memerankan karakter antagonis di film aksi-komedi Stuber. Film garapan Michael Dowse ini punya premis unik, seorang sopir Uber bernama Stu tanpa sengaja terlibat dalam misi berbahaya setelah menjemput penumpang yang ternyata polisi yang sedang memburu penjahat kelas kakap.
Iko berperan sebagai Oka Tedjo, bandar narkoba sekaligus pembunuh polisi yang menjadi target pengejaran. Di film ini, ia beradu akting dengan sejumlah bintang Hollywood seperti Kumail Nanjiani, Dave Bautista, dan Karen Gillan.
Walaupun aksi Iko tetap solid dan intens, secara keseluruhan film ini mendapat respons yang kurang memuaskan dari para kritikus karena alur ceritanya dianggap kurang kuat.
7. Snake Eyes (2021)
Delapan tahun setelah G.I. Joe: Retaliation, Paramount Pictures merebut waralaba tersebut lewat film Snake Eyes. Film yang disutradarai oleh Robert Schwentke ini mengangkat kisah asal-usul karakter ikonis Snake Eyes dari semesta G.I. Joe.
Dalam film ini, Iko memerankan Hard Master, sosok penting dalam klan Arashikage. Karakternya digambarkan sebagai mentor sekaligus paman dari Tommy Arashikage yang dikenal sebagai Storm Shadow. Hard Master juga berperan melatih Snake Eyes dalam perjalanan awalnya. Sayangnya, karena situasi pandemi, film ini tidak sempat tayang di bioskop Indonesia.
8. Fistful of Vengeance (2022)
Buat yang mengikuti serial Wu Assassins di Netflix, pasti sudah tidak asing lagi dengan karakter Kai Jin yang diperankan Iko. Cerita dari musim pertamanya kemudian berlanjut ke film Fistful of Vengeance.
Di film ini, Iko kembali memerankan Kai Jin dan beradu akting dengan Lewis Tan yang sebelumnya dikenal lewat Mortal Kombat. Kisahnya mengikuti perjalanan Kai Jin bersama Lu Xin Lee dan Tommy Wah ke Bangkok untuk membalas kematian sahabat mereka. Namun, misi balas dendam itu berubah menjadi pertarungan melawan kekuatan mistis kuno yang sangat berbahaya.
9. The Raid (2012), Film yang Mengangkat Nama Iko Uwais ke Kancah Internasional
Meski dikenal luas di berbagai negara, The Raid tetap merupakan film produksi Indonesia yang sukses menembus pasar internasional. Lewat film inilah nama Iko Uwais semakin melejit dan dikenal publik dunia.
The Raid menjadi kolaborasi keduanya dengan sutradara Gareth Evans setelah sebelumnya bekerja sama di film Merantau. Di film ini, kemampuan bela diri Iko tampil jauh lebih eksplosif. Koreografi pertarungannya intens, brutal, dan dipadukan dengan adegan baku tembak yang membuat tensi film terasa nonstop dari awal sampai akhir.
Banyak yang menyebut The Raid sebagai salah satu film aksi Indonesia paling sukses. Bukan hanya karena kualitas aksinya, tetapi juga karena pengakuan internasional yang diraih. Film ini sempat diputar di ajang bergengsi Toronto International Film Festival dan mendapat banyak pujian dari kritikus perfilman dunia.
Tinggalkan Komentar
Komentar