Periskop.id - Bintang seni bela diri kebanggaan Indonesia, Iko Uwais, bersiap untuk kembali ke genre yang telah membesarkan namanya di kancah internasional.
Melansir Variety pada Kamis (19/2), aktor yang mendunia melalui waralaba "The Raid" ini akan membintangi film thriller aksi terbaru berjudul "Warrior". Proyek ini dipastikan membawa Iko kembali ke gaya bertarung berbasis Silat yang menjadi ciri khas sekaligus identitas estetikanya.
Film "Warrior" akan berfokus pada kisah seorang mantan praktisi elite Silat yang baru saja keluar dari penjara. Dengan tekad bulat, ia ingin meninggalkan masa lalu kelamnya dan memulai hidup baru.
Namun, harapan tersebut hancur ketika sebuah sindikat kejahatan asal Malaysia masuk ke lingkungannya dan mengambil alih kekuasaan di jalanan setempat.
Sindikat tersebut mulai mengincar orang-orang yang dicintai sang protagonis, sehingga ia terpaksa terseret kembali ke dunia kekerasan yang coba ia tinggalkan.
Ia pun menjadi satu-satunya penghalang antara sindikat tersebut dan komunitas yang ingin mereka kuasai.
Ketegangan dalam film ini dijanjikan akan meningkat dari intimidasi tingkat jalanan menjadi perang besar besaran yang memanfaatkan lokasi ikonik Jakarta, mulai dari pasar, gang sempit, hingga atap gedung.
Proyek ini menandai langkah besar bagi John Radel ACS yang akan melakukan debut penyutradaraan tunggalnya.
Radel merupakan sinematografer dan produser berpengalaman yang telah terlibat dalam berbagai produksi besar di Asia dan Hollywood, seperti film "Monkey Man" karya Dev Patel serta "Blackhat" garapan Michael Mann.
Radel sendiri bukan orang baru bagi Iko. Keduanya telah menjalin kerja sama panjang dalam empat film sebelumnya, di mana Radel berperan sebagai direktur fotografi sekaligus produser.
Ia juga terlibat dalam film aksi mendatang berjudul "Warpath" yang mempertemukan Iko dengan Scott Adkins.
Di balik layar, "Warrior" didukung oleh jajaran produser veteran. Delon Tio melalui rumah produksi Nation Pictures yang sebelumnya sukses dengan film "Macabre" karya Mo Brothers, bergabung dengan Erika North dan Nick North dari Yeti Entertainment.
Yeti Entertainment dikenal memiliki jaringan kuat dalam pengembangan serta pendanaan film internasional di wilayah Asia dan Amerika Serikat.
Tim produksi ini semakin solid dengan kehadiran Mike Leeder, seorang produser spesialis film aksi dari Red Packet Media. Selain menjadi aktor utama, Iko juga mengambil peran sebagai produser eksekutif bersama Ryan Santoso melalui label barunya, Uwais Pictures.
Sementara itu, urusan penjualan internasional dipercayakan kepada K-Movie Entertainment.
"Warrior" merupakan produk pertama dari usaha patungan atau joint venture antara Asia Media Alliance Group dan Nation Pictures. Kemitraan ini bertujuan untuk fokus pada produksi film bergenre di Asia Tenggara yang ditujukan bagi pasar internasional.
Pihak studio juga mengisyaratkan akan ada sejumlah proyek aksi dan horor lainnya yang diumumkan dalam beberapa bulan mendatang.
Proses syuting dijadwalkan akan dimulai pada musim panas tahun ini dengan seluruh pengambilan gambar dilakukan di Indonesia.
Produksi ini berkomitmen untuk memanfaatkan lokasi domestik, memberdayakan kru lokal, serta memperkenalkan talenta seni bela diri pendatang baru ke panggung dunia.
Untuk karier internasionalnya, saat ini Iko diwakili oleh Brett Norensberg di Gersh dan Mike Staudt di Vault Entertainment. Kembalinya Iko ke genre aksi murni berbasis Silat ini sangat dinantikan oleh para penggemar film laga di seluruh dunia.
Tinggalkan Komentar
Komentar