Empat Musim Pertiwi Karya Kamila Andini Tayang di TIFF 2026 September
Film "Empat Musim Pertiwi" karya Kamila Andini terpilih masuk Centrepiece Programme TIFF 2026, mengangkat kisah tokoh Pertiwi di lanskap Gunung Bromo.

Periskop.id - Film karya sutradara dan penulis Kamila Andini, "Empat Musim Pertiwi" atau "Four Seasons in Java", terpilih tayang di Toronto International Film Festival (TIFF) 2026. Festival ke-51 itu dijadwalkan berlangsung pada 10-20 September di Kanada.
Kamila menggarap film ini dengan genre campuran drama psikologis, fiksi ilmiah, realisme magis, dan misteri. Gunung Bromo dipilih sebagai latar utama untuk menghadirkan kontras antara pemandangan alam dengan pergolakan batin tokoh utama Pertiwi, yang merasa terasing saat pulang ke kampung halaman setelah dipenjara lebih dari satu dekade.
"Ini adalah metafora yang kuat untuk perjalanan karakter saya, alam yang megah, namun bisa terasa sangat isolatif," kata Kamila dalam siaran pers Forka Films, Senin.
Produser Ifa Isfansyah menyebut pemilihan Bromo sebagai latar bukan keputusan baru. Ia menjelaskan, ide tersebut sudah muncul sejak awal proses kreatif film ini digagas pada 2017, bahkan sebelum proyek "Gadis Kretek" atau "Yuni" berjalan.
"Bromo memang sudah ada sejak awal proses kreatif film ini pada 2017. Bahkan sebelum 'Gadis Kretek' atau 'Yuni'," kata Ifa.
Forka Films menggandeng sejumlah mitra dalam produksi film ini. Di dalam negeri, ada Miles Films, Jagartha, Trinity Optima, Imajinari, Team Up, Julie Estelle, dan Navvaros.
Penggarapan film juga didukung mitra dari luar negeri, yakni Prancis, Belanda, Norwegia, Polandia, Arab Saudi, dan Singapura. Kolaborasi lintas negara ini menopang produksi "Empat Musim Pertiwi" hingga siap tayang di festival internasional.
Film ini dibintangi Putri Marino, Arya Saloka, dan Christine Hakim. "Empat Musim Pertiwi" dijadwalkan tayang di bioskop dalam negeri mulai 8 Oktober 2026.
Film "Empat Musim Pertiwi" masuk daftar Centrepiece Programme edisi 2026 bersama 54 film dari 54 negara, termasuk Thailand, Australia, Kanada, Kolombia, Prancis, Jerman, Hong Kong, Italia, dan Meksiko. Informasi ini disampaikan lewat siaran pers di laman resmi TIFF yang dikutip Senin.
TIFF bukan festival baru bagi Kamila. Film panjang keduanya, "The Seen and Unseen", tayang perdana di TIFF 2018 dan meraih penghargaan di Asia Pacific Screen Awards 2018, Tokyo Filmex 2018, serta Berlinale Generation Kplus 2018.
Setelah itu, film garapan Kamila berjudul "Yuni" memenangkan Platform Prize di TIFF 2021.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai perempuan, Film Bioskop Terbaru, dan film Indonesia dengan mengeklik tautan.



Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.