periskop.id – Presiden Prabowo Subianto memberikan mandat penuh sekaligus perintah tegas kepada Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri untuk segera memecat jajaran direksi maupun karyawan yang dinilai bekerja tidak becus atau bermasalah tanpa perlu merasa ragu sedikit pun.

“Dan saya kasih wewenang seluas-luasnya. Siapa yang Anda nilai tidak bagus, pecat! Jangan ragu-ragu,” perintah Prabowo dengan nada tinggi saat memberikan sambutan dalam peresmian infrastruktur Pertamina RDMP Balikpapan, Senin (12/1).

Kepala Negara menekankan pentingnya ketegasan seorang pemimpin dalam membersihkan institusi dari benalu. Ia tidak ingin jajaran direksi merasa sungkan atau takut mengambil keputusan tidak populer demi menyelamatkan integritas perusahaan pelat merah tersebut.

Prabowo mengingatkan Simon mengenai besarnya tanggung jawab mengelola aset vital negara. Pertamina disebutnya sebagai perusahaan raksasa dengan valuasi mencapai 100 miliar dolar AS, sebuah angka fantastis yang membuat godaan penyelewengan pasti sangat kencang.

“Anda bertanggung jawab atas sebuah perusahaan 100 miliar dolar, godaan akan banyak. Tapi saudara harus teguh dengan semua jajarannya,” lanjut Presiden mengingatkan.

Manajemen baru diminta tidak perlu khawatir kekurangan sumber daya manusia (SDM) jika harus melakukan pembersihan besar-besaran. Prabowo meyakini Indonesia memiliki stok melimpah anak muda cerdas dan berintegritas yang siap mengisi kekosongan posisi tersebut.

“Cari anak-anak muda yang hebat-hebat. Banyak yang siap menggantikan,” serunya.

Instruksi keras ini lahir dari tekad pemerintah mewujudkan tata kelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bersih dan amanah. Prabowo mengaku sudah muak dengan praktik manajemen lama yang gemar membohongi atasan demi menumpuk keuntungan pribadi.

Ia mewanti-wanti agar jabatan strategis di sektor energi tidak dijadikan ladang memperkaya diri sendiri. Kepercayaan rakyat harus dijaga sekuat tenaga, bukan dikhianati dengan perilaku koruptif yang merugikan negara.

“Jangan korupsi, jangan kau cari kaya di atas kepercayaan ini,” tegas mantan Danjen Kopassus tersebut.

Prabowo menutup pesannya dengan harapan agar Pertamina di bawah komando baru bisa menjadi national champion yang membanggakan. Syarat utamanya adalah keberanian pimpinan untuk menendang keluar siapa saja yang menghambat kemajuan.

“Demi bangsa dan rakyat harus teguh. Tidak ada itu (ragu-ragu),” pungkasnya.