Periskop.id - Polda Metro Jaya menegaskan, Operasi Keselamatan Jaya 2026 yang digelar menjelang bulan suci Ramadan bukan merupakan ajang untuk mencari-cari kesalahan para pengguna jalan. Hal tersebut disampaikan secara langsung oleh Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono saat memimpin Apel Operasi Keselamatan Jaya 2026 di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin 92/2).
"Operasi ini tidak dimaksudkan untuk mencari-cari kesalahan, melainkan membangun budaya tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama," kata Dekananto.
Dia menyebutkan, pelaksanaan apel tersebut juga merupakan bentuk kesiapan Polri beserta jajaran pemangku kepentingan lainnya terkait pengecekan akhir personel, sarana prasarana, dan pola tindak. Apel ini juga sekaligus menandai dimulainya Operasi Keselamatan Jaya 2026 sebagai operasi kewilayahan bidang lalu lintas.
"Operasi Keselamatan Jaya akan dilaksanakan selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 2 sampai dengan 15 Februari 2026 di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya," ungkap Dekananto.
Dia menuturkan, tujuan utama operasi tersebut, yaitu meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas, serta menurunkan angka pelanggaran, kecelakaan, dan fatalitas korban.
Selain itu, dia mengungkapkan menjelang Ramadan, mobilitas masyarakat cenderung meningkat dan berdampak langsung terhadap kepadatan lalu lintas serta potensi pelanggaran dan kecelakaan. "Wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sebagai pusat aktivitas nasional merupakan etalase bangsa, sehingga kondisi lalu lintas yang tertib dan aman menjadi cerminan kedisiplinan dan budaya masyarakat," tuturnya.
Dekananto yang mewakili Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri untuk memimpin apel tersebut juga menekankan, dalam pelaksanaan operasi itu, polisi mengedepankan pendekatan preemtif, preventif, dan represif secara proporsional.
"Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat dilakukan secara berkelanjutan. Kehadiran personel ditingkatkan pada titik-titik rawan, dan penegakan hukum dilaksanakan secara profesional dengan memaksimalkan ETLE statis, mobile, patroli drone presisi, serta penindakan manual secara efektif dan humanis," tambahnya.
Fokus Sasaran
Sementara itu, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin menyebutkan sejumlah sasaran dalam penyelenggaraan Operasi Keselamatan Jaya. "Beberapa target yang kami sasar, belakangan ini fenomena yang muncul, di antaranya pengendara-pengendara yang melawan arus," kata saat ditemui di Jakarta, Senin.
Kemudian, pengemudi yang melebihi batas kecepatan, pengendara yang masih di bawah umur, dan penggunaan helm SNI. Termasuk penggunaan knalpot brong dan juga penggunaan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) yang tidak sesuai dengan peruntukannya.
"TNKB kementerian atau lembaga yang digunakan, banyak kita temukan, ini pun akan kita sasar," ujar Komarudin.
Sasaran selanjutnya, yaitu penggunaan ponsel saat berkendara, tidak menggunakan sabuk pengaman saat berkendara dan pengendara dalam pengaruh alkohol. Komarudin juga menyebutkan operasi kali ini melibatkan sebanyak 2.939 personel gabungan, yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta.
"Rinciannya, terdiri dari Satgas Polda Metro Jaya 1.086 personel, Satgas Res jajaran 1.713 personel, unsur TNI 80 personel, serta Satpol PP dan Dinas Perhubungan 60 personel," tutur Komarudin.
Tinggalkan Komentar
Komentar