iklan periskop
Hukum

Steam Minta Maaf Usai Bikin Gaduh Soal Rating Game Tak Masuk Akal di Indonesia

Valve resmi meminta maaf dan menarik seluruh label IGRS di platform Steam. Pihak perusahaan mengakui adanya bug teknis yang memicu kekacauan klasifikasi game.

4 bulan yang lalu · 2 mnt baca
Steam Minta Maaf Usai Bikin Gaduh Soal Rating Game Tak Masuk Akal di Indonesia
Logo Steam. Steam Minta Maaf Usai Bikin Gaduh Soal Rating Game Tak Masuk Akal di Indonesia. Foto oleh Steam
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Valve selaku perusahaan induk platform Steam resmi menyampaikan permohonan maaf terkait kekacauan sistem klasifikasi usia Indonesia Game Rating System (IGRS). Pihak pengembang mengakui adanya kendala teknis yang memicu kemunculan rating usia tidak akurat pada sejumlah game populer di Tanah Air.

"Bug teknis dan miskomunikasi mengakibatkan rating yang salah dan tidak lengkap ditampilkan sementara di Steam antara tanggal 2 dan 5 April," ujar perwakilan Valve dalam keterangan resmi di halaman Steam Support, Rabu (8/4).

Perusahaan game raksasa tersebut langsung bergerak cepat menarik kembali seluruh label IGRS yang sempat terpasang di etalase mereka. Langkah penghapusan ini sengaja diambil guna meminimalisasi potensi kebingungan lebih lanjut di kalangan gamer Indonesia.

Valve mengklarifikasi bahwa pihaknya sebenarnya telah menjalin komunikasi intensif dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) selama lebih dari dua tahun. Kolaborasi panjang ini bertujuan untuk membangun sistem klasifikasi usia yang ideal bagi pelanggan Steam.

Sistem klasifikasi usia tersebut dirancang berlandaskan informasi konten yang diserahkan secara mandiri oleh pihak developer game. Data mentah tersebut kemudian akan diolah agar bisa menghasilkan rating usia berdasarkan regulasi IGRS.

Kekacauan sistem ini sebelumnya sempat memicu gelombang protes tajam dari warganet Tanah Air pada akhir pekan lalu. Penerapan rating di Steam dinilai sangat melenceng dan tidak sesuai dengan konten asli permainan.

Sejumlah game anak-anak secara janggal justru dilabeli rating dewasa oleh sistem secara otomatis. Sebaliknya, beberapa game yang penuh dengan adegan kekerasan brutal malah dinyatakan aman untuk anak usia tiga tahun ke atas.

Polemik ini turut memancing respons tegas dari jajaran pejabat Komdigi karena dinilai berpotensi menyesatkan para orang tua. Pemerintah memastikan bahwa rating yang sempat viral tersebut belum melewati proses verifikasi resmi negara.

Pihak Valve kini memastikan masih membutuhkan sejumlah tahapan teknis tambahan untuk membenahi sistem algoritma mereka. Mereka berjanji akan merilis ulang fitur tersebut setelah benar-benar siap menampilkan rating yang telah disetujui IGRS.

"Kami memohon maaf atas kebingungan yang mungkin ditimbulkan oleh kesalahan ini," ujarnya.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Valve, Steam, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), dan Indonesia Game Rating System (IGRS) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.