Periskop.id - Kota Bandung berubah menjadi lautan biru pada Sabtu (23/5) malam setelah Persib Bandung resmi mencetak sejarah sebagai tim pertama yang menjuarai liga utama Indonesia tiga musim (hattrick) berturut-turut. Euforia ribuan Bobotoh pecah di berbagai sudut kota, mulai dari Braga hingga Karawang, dengan konvoi, nyanyian kemenangan, flare, hingga kembang api yang menyala sepanjang malam.
Seperti diketahui, Persib Bandung kembali mengukuhkan dominasi mereka di sepak bola nasional setelah memastikan gelar juara BRI Super League 2025/2026. Kepastian itu didapat usai Maung Bandung bermain imbang tanpa gol melawan Persijap Jepara pada laga pamungkas di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu malam.
Tambahan satu poin membuat Persib menutup musim di puncak klasemen dengan koleksi 79 poin. Jumlah tersebut sebenarnya sama dengan raihan Borneo FC Samarinda yang pada saat bersamaan menang telak 7-1 atas Malut United. Namun Persib unggul rekor head-to-head sehingga berhak keluar sebagai juara.
Gelar musim ini menjadi pencapaian bersejarah karena Persib menjadi klub pertama yang mampu meraih hattrick juara liga secara beruntun sejak era Liga 1 bergulir pada 2017.
Sesaat setelah peluit panjang dibunyikan di GBLA, suasana Kota Bandung langsung berubah menjadi pesta besar. Ribuan Bobotoh tumpah ruah ke jalan merayakan keberhasilan tim kebanggaan mereka.
Di kawasan Jalan Braga hingga Naripan, warga memadati persimpangan jalan sambil meneriakkan yel-yel kemenangan. Nyala flare dan kembang api membuat suasana semakin riuh. "Juara, juara, Persib juara," teriak pendukung Persib di lokasi.
Euforia serupa juga terlihat di sejumlah titik lain seperti Viaduct depan Kantor Pusat KAI, Jalan Wastukencana, Jalan Pajajaran, kawasan Cihampelas hingga pusat keramaian lainnya. Warga dari berbagai usia keluar rumah untuk menyambut iring-iringan kendaraan suporter yang terus melintas hingga larut malam.

Konvoi di Jalanan Karawang
Tidak hanya di Bandung, pesta kemenangan juga meluas ke Karawang. Ribuan Bobotoh memenuhi ruas jalan utama kota sambil melakukan konvoi dan mengibarkan bendera Persib berukuran besar. Sejumlah ruas jalan seperti Tuparev, Ahmad Yani, Galuh Mas, hingga kawasan Cikampek dipenuhi suporter yang bernyanyi bersama sambil menyalakan flare dan kembang api.
Kapolres Karawang AKBP Fiki Novian Ardiansyah bahkan turun langsung ke lapangan untuk mengawal jalannya perayaan dan memastikan situasi tetap kondusif.
"Kami mengapresiasi dan ikut merasakan kebahagiaan luar biasa dari rekan-rekan Bobotoh malam ini. Persib juara adalah prestasi yang membanggakan. Namun, kami mengetuk hati seluruh masyarakat dan suporter, mari kita buktikan, pendukung Persib di Karawang adalah suporter yang tertib dan cinta damai," tuturnya.
Fiki juga mengingatkan suporter agar tidak melakukan tindakan yang membahayakan pengguna jalan lain maupun merusak fasilitas umum. "Ekspresikan kebahagiaan secara wajar. Hindari tindakan provokatif yang dapat menyinggung kelompok lain atau memicu gesekan fisik," ujarnya.
Ia turut meminta Bobotoh menghindari konvoi liar, penggunaan knalpot brong, hingga menyalakan petasan dan flare di area publik.
Bojan Hodak
Di balik keberhasilan Persib musim ini, nama pelatih Bojan Hodak menjadi salah satu sorotan utama. Pelatih asal Kroasia itu berhasil membawa Persib tetap konsisten di jalur juara meski menjalani masa transisi besar setelah ditinggal sejumlah pemain penting dalam dua musim terakhir.
Persib justru tampil semakin solid lewat kombinasi pemain baru dan strategi permainan yang lebih matang. Kehadiran Thom Haye, Eliano Reijnders, hingga Adam Alis dinilai membuat permainan Persib lebih kolektif dan stabil sepanjang musim.
Secara statistik, Persib juga menjadi tim dengan pertahanan terbaik di liga setelah hanya kebobolan 22 gol sepanjang musim serta mencatat 22 laga tanpa kekalahan. Keberhasilan Persib mempertahankan dominasi selama tiga musim beruntun sekaligus mematahkan rekor sebelumnya milik Bali United yang hanya mampu meraih dua gelar beruntun pada musim 2019 dan 2021.
Euforia kemenangan Persib juga ramai menjadi perbincangan di media sosial. Tagar terkait Persib dan Bobotoh sempat mendominasi tren di platform X dan Instagram pada Sabtu malam
Bojan Hodak menilai persaingan musim ini sebagai salah satu yang paling berat sepanjang kompetisi, meski timnya kembali menjuarai liga. Ia menyebut banyak tantangan datang dari perubahan skuad yang signifikan sehingga proses adaptasi memengaruhi konsistensi permainan sejak awal hingga pertengahan musim.
“Tahun ini mungkin salah satu musim tersulit bagi kami karena harus mengganti lima pemain di dalam tim utama,” kata Bojan di Bandung, Sabtu.
Dibanding dua musim sebelumnya, ia menilai stabilitas tim jauh lebih baik karena komposisi pemain relatif sama sehingga koordinasi berjalan lebih konsisten dalam setiap pertandingan. “Dua musim sebelumnya komposisi tim hampir sama, jadi musim ini lebih sulit, kami sangat beruntung,” lanjutnya.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar