Periskop.id - Tingkat kepercayaan dan persepsi positif masyarakat Indonesia terhadap kondisi penegakan hukum nasional terus menunjukkan tren penurunan yang signifikan.
Temuan terbaru mencatat hanya 26,4% publik Tanah Air yang menilai kondisi penegakan hukum saat ini berada dalam kategori baik atau sangat baik.
Data tersebut merupakan hasil riset terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dilakukan pada kurun waktu 5 hingga 19 Juli 2026. Temuan riset ini dirangkum dalam laporan berkala bertajuk ”Kondisi Ekonomi Politik dan Approval Rating Presiden”.
Berdasarkan paparan data SMRC, dari total 26,4% responden yang memberikan penilaian positif, hanya 1,9% warga yang menilai kondisi penegakan hukum saat ini sangat baik. Sementara itu, sebanyak 24,5% responden menilai kondisi hukum tergolong baik.
Di sisi lain, mayoritas responden justru memberikan penilaian sedang hingga cenderung negatif terhadap kinerja penegakan hukum nasional. Rincian penilain publik tersebut meliputi:
- Responden yang menilai kondisi penegakan hukum sedang mencapai 30,2%.
- Responden yang menilai kondisi penegakan hukum buruk tercatat sebesar 28,6%.
- Responden yang menilai kondisi penegakan hukum sangat buruk menyentuh angka 9%.
- Terdapat 5,8% responden yang menyatakan tidak tahu atau memilih tidak menjawab.
Jika dikumpulkan, akumulasi persepsi negatif publik yang menggabungkan kategori buruk dan sangat buruk berada di angka 37,6%, melampaui jumlah masyarakat yang menilai positif.
Tren Penurunan Persepsi Positif dalam Sembilan Bulan Terakhir
Penelusuran lebih jauh terhadap hasil survei memperlihatkan adanya tren kemerosotan penilaian positif publik yang terjadi secara konsisten dalam rentang waktu sembilan bulan terakhir.
Pada survei SMRC periode November 2025, tingkat persepsi positif masyarakat atas penegakan hukum masih berada di angka 42,5%. Namun, angka tersebut merosot tajam menjadi 30,8% pada pelaksanaan survei periode Februari hingga Maret 2026.
Kondisi ini kian memburuk hingga mencapai titik terendahnya pada survei terakhir periode Juli 2026 yang jatuh ke level 26,4%.
Berbanding terbalik dengan persepsi positif yang merosot, grafik penilaian negatif masyarakat justru merangkak naik pada kurun waktu yang sama.
Sentimen negatif publik tercatat meningkat dari 25,7% pada November 2025, melonjak menjadi 34,9% pada awal tahun 2026, dan mencapai puncaknya di angka 37,6% pada Juli 2026.
Tinggalkan Komentar
Komentar