iklan periskop
Hukum

Yayasan Harapan Ibu Tegaskan Tak Ada Konflik antar Pendiri Usai Ditemukan 995 Senpi

Kuasa hukum Yayasan Harapan Ibu menegaskan tidak ada konflik antarpendiri. Eks Ketua IWD diberhentikan usai terungkap menyembunyikan 995 senjata api, narkoba, dan VCD porno di seko...

2 jam yang lalu · 2 mnt baca
Yayasan Harapan Ibu Tegaskan Tak Ada Konflik antar Pendiri Usai Ditemukan 995 Senpi
Senjata api yang ditemukan di salah satu sekolah, di Jakarta Selatan. Dokumentasi Istimewa
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Tim Kuasa Hukum Yayasan Sekolah Harapan Ibu Pondok Pinang meluruskan spekulasi mengenai dinamika internal pengurus. Pihak kuasa hukum menegaskan, saat ini tidak ada perpecahan maupun konflik di antara para pendiri yayasan, termasuk keluarga mantan Wakil Presiden Adam Malik.

Kuasa Hukum Yayasan Sekolah Harapan Ibu, Alfons Kurnia Palma, menegaskan jajaran pendiri solid menjaga keberlanjutan lembaga pendidikan. Ia menyebut dinamika yang muncul selama ini merupakan dampak dari kehadiran mantan Ketua Yayasan berinisial IWD yang rekam jejaknya memang sarat konflik.

“Pertama-tama, tidak ada konflik dalam artian pendiri yayasan itu sendiri. Itu terbukti saat ini masih ada salah satu pendiri selain Bapak Adam Malik, mantan Wapres,” kata Alfons di Jakarta, Senin (10/8).

“Namun, kita ingin menegaskan bahwa IWD hadir dari konflik. Saat ini tidak ada konflik di antara para pendiri itu sendiri,” tegas Alfons.

Alfons mempertanyakan komitmen serta keselarasan figur yang lahir dari pemicu perpecahan tersebut terhadap masa depan dan marwah sekolah. Pihaknya bertekad membersihkan pengaruh masa lalu demi mengembalikan pengelolaan lembaga sesuai visi awal para tokoh pendiri.

“Patut diduga apakah kehadiran orang yang lahir dari konflik itu akan mengacu pada visi dan misi pendirian kelembagaan. Itu menjadi pertanyaan sebenarnya. Saat ini yang perlu dielaborasi adalah tujuan untuk mengembalikan sebagaimana khittahnya,” ujar Alfons.

Lebih lanjut, Alfons menyayangkan tindakan IWD yang justru menyembunyikan ratusan pucuk senjata api tanpa sepengetahuan pengurus maupun pendiri yayasan, bertolak belakang dengan prinsip dasar lembaga pendidikan.

“Kebetulan saat itu ditemukan sesuatu yang tidak diketahui... Apa itu? Ya, salah satunya senjata. Concern kami saat ini adalah bahwa ini sekolah. Kepentingannya untuk anak-anak, the best interest of the child. Bukan malah memasukkan senjata ke dalam sekolah,” ungkap Alfons.

Eks Ketua Yayasan berinisial IWD resmi diberhentikan atas dugaan penggelapan dana operasional sekolah selama 15 tahun masa jabatannya untuk kepentingan pribadi. Pasca-pemecatan, IWD nekat membawa kabur seluruh kunci akses hingga pembongkaran paksa oleh kepolisian berujung pada penemuan ratusan senjata api, narkoba, dan puluhan VCD porno. Saat ini, sengketa perdata atas penyelewengan keuangan tersebut tengah bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, terpisah dari proses penyidikan pidana oleh kepolisian.

Diketahui, penemuan 995 pucuk senjata api, amunisi, serta narkotika di sebuah sekolah swasta kawasan Jakarta Selatan menggegerkan publik. Barang-barang berbahaya tersebut ditemukan saat pihak sekolah membongkar ruangan terkunci dan bunker yang sebelumnya dikuasai IWD. Selain temuan senjata genggam hingga alat pembuat peluru, tim juga menyita sabu, dua linting ganja, serta puluhan VCD porno. Seluruh barang bukti senjata kini telah diserahkan dan dititipkan ke Wasendak Polda Metro Jaya.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai senjata api, dan hukum dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.