Periskop.id - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp607,5 miliar sepanjang semester I 2026.

Capaian tersebut menjadi titik balik setelah pada periode yang sama tahun sebelumnya perusahaan masih mencatat rugi bersih sebesar Rp580 miliar.

Kinerja positif itu juga menandai keberhasilan GoTo membukukan laba selama dua kuartal berturut-turut pada tahun ini.

Pada kuartal pertama 2026, perusahaan mencatat laba Rp257,9 miliar. Selanjutnya, laba meningkat menjadi Rp349,6 miliar sepanjang April hingga Juni 2026.

Mengacu pada laporan keuangan yang dipublikasikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), peningkatan kinerja tersebut didukung pertumbuhan pendapatan bersih.

Pendapatan bersih GoTo naik 28 persen secara tahunan, dari Rp8,5 triliun pada semester I 2025 menjadi Rp10,9 triliun pada periode yang sama tahun ini.

Kontributor terbesar berasal dari layanan jasa pengiriman yang menghasilkan pendapatan Rp3,2 triliun atau tumbuh 16,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, perusahaan membukukan imbalan jasa sebesar Rp3,15 triliun, pendapatan pinjaman Rp2,71 triliun, serta pendapatan e-commerce service fee PT Tokopedia senilai Rp551 miliar.

GoTo juga memperoleh pendapatan iklan sebesar Rp254 miliar dan pendapatan lainnya mencapai Rp1,13 triliun.

Di sisi lain, perusahaan mampu mengendalikan biaya dan beban usaha yang hanya meningkat 17 persen secara tahunan menjadi Rp10,2 triliun.

Efisiensi tersebut mendorong GoTo membukukan laba usaha sebesar Rp782 miliar pada semester I 2026.

Hasil itu berbanding terbalik dengan kondisi pada semester I tahun lalu ketika perusahaan masih mencatat rugi usaha sebesar Rp172 miliar.

Sementara itu, total aset GoTo hingga akhir semester I 2026 tercatat mencapai Rp47,5 triliun.

Dari jumlah tersebut, kas dan setara kas perusahaan mencapai Rp23,5 triliun. Adapun total liabilitas tercatat sebesar Rp18,5 triliun, sedangkan ekuitas perusahaan mencapai Rp29 triliun.