Periskop.id – Indonesia akan menurunkan dua tim pada ajang Srikandi Merdeka Cup 2026 yang diikuti kelompok usia U-16. Total 46 pemain disiapkan untuk turnamen internasional sepak bola putri tersebut yang akan digelar pada 14–23 Agustus 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah.
Dua tim tuan rumah yang diturunkan adalah Garuda Pertiwi yang dilatih Timo Scheunemann dan Putri Nusantara di bawah asuhan Takumi Taniguchi. Keduanya akan bersaing dengan enam negara peserta, yakni Malaysia, Singapura, Thailand, Hong Kong, Yordania, dan Arab Saudi.
Berdasarkan hasil undian, Garuda Pertiwi tergabung di Grup A bersama Hong Kong, Malaysia, dan Arab Saudi. Sementara Putri Nusantara berada di Grup B bersama Thailand, Singapura, dan Yordania. Dua tim terbaik dari masing-masing grup akan melaju ke babak semifinal.
Program Director Caffino Srikandi Merdeka Cup Teddy Tjahjono mengatakan, penurunan dua tim Indonesia bertujuan memberi lebih banyak kesempatan bagi pemain muda untuk merasakan pengalaman bertanding di level internasional.
“Kami sengaja menyiapkan dua tim dengan kualitas yang kompetitif agar semakin banyak pemain mendapatkan pengalaman bertanding internasional,” ujar Teddy dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (29/7).
Seleksi Ketat dari Program Pembinaan
Sebelum menetapkan skuad final, tim pelatih melakukan seleksi terhadap 56 pemain hasil pemantauan dari berbagai program pembinaan sepak bola putri. Dari jumlah tersebut, 46 pemain dipilih untuk memperkuat dua tim Indonesia.
Sebanyak 44 pemain berasal dari ajang Hydroplus Soccer League, sementara dua pemain lainnya dipanggil berdasarkan rekomendasi langsung tim pelatih.
Puncak Jalur Pembinaan Sepak Bola Putri
Srikandi Merdeka Cup menjadi bagian dari sistem pembinaan berjenjang yang dikembangkan Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama PSSI. Program ini dimulai dari MilkLife Soccer Challenge untuk kelompok usia U-10 dan U-12, kemudian berlanjut ke Hydroplus Soccer League untuk kategori U-15 hingga U-18.
Pada Hydroplus Soccer League All-Stars 2025/2026, sebanyak 16 tim dari regional Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur bertanding di Kudus pada 5–12 Juli 2026. Ajang tersebut juga menjadi sarana pemantauan langsung oleh tim pelatih nasional.
Komite Eksekutif PSSI, Vivin Sungkono Cahyani, menilai keikutsertaan dalam turnamen internasional akan memberikan dampak besar terhadap perkembangan mental dan kualitas permainan pemain muda.
“Kesempatan bertanding melawan negara lain tentu menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi para pemain. Turnamen ini juga menjadi salah satu upaya memperkuat sepak bola putri Indonesia,” kata Vivin.
Menuju Timnas U-17 dan Kompetisi Nasional
Selain memperebutkan gelar juara, Srikandi Merdeka Cup juga menjadi bagian dari proses seleksi pemain untuk pembentukan Timnas Putri Indonesia U-17. Para pemain yang menonjol diproyeksikan untuk menghadapi Kualifikasi Piala Asia Putri U-17 AFC 2027.
Turnamen ini juga menjadi bagian dari upaya membangun kembali ekosistem kompetisi sepak bola putri nasional. PSSI sebelumnya merencanakan penguatan kompetisi Piala Pertiwi untuk kelompok U-14 dan U-16 sebagai jalur menuju Liga 1 Putri yang ditargetkan bergulir pada 2027. Kompetisi kasta tertinggi sepak bola putri Indonesia terakhir kali digelar pada 2019 dengan Persib Putri sebagai juara.
Dengan menghadirkan kompetisi internasional sekaligus sistem pencarian bakat yang berjenjang, Srikandi Merdeka Cup diharapkan tidak hanya menjadi turnamen jangka pendek, tetapi juga memperkuat fondasi regenerasi sepak bola putri Indonesia.
Tinggalkan Komentar
Komentar