periskop.id - Pabrikan otomotif asal Jerman, Porsche, menghadapi tahun yang penuh tantangan di pasar China sepanjang 2025. Penjualan mereka hanya mencapai 41.938 unit, turun tajam sebesar 26% dibandingkan tahun sebelumnya. 

Angka ini menunjukkan betapa sulitnya segmen mobil mewah dan ultra-mewah bertahan di tengah dominasi produsen kendaraan listrik murni asal negeri tersebut.

Melansir Antara, Senin (19/1) scara global, Porsche mengirimkan 279.449 kendaraan, turun 10% dari 310.718 unit pada 2024. China tetap menjadi pasar penting dengan kontribusi sekitar 15% dari total pengiriman, meski Amerika Utara masih menduduki posisi teratas dengan 86.229 unit yang stabil dari tahun ke tahun.

Di Eropa, pengiriman mobil Porsche (tidak termasuk Jerman) turun 13% menjadi 66.340 unit. Sementara di Jerman sendiri, penurunan lebih dalam terjadi, yakni 16% menjadi 29.968 unit. Penurunan ini sebagian besar dipicu oleh kendala pasokan dan regulasi yang memengaruhi beberapa model.

Presiden dan CEO Porsche China, Alexander Pollich, menegaskan bahwa hasil tersebut sesuai dengan ekspektasi internal perusahaan. 

“Meskipun pasar kendaraan penumpang China secara keseluruhan menunjukkan sedikit pertumbuhan, hal ini sebagian besar didorong oleh produsen kendaraan listrik murni domestik. Sebaliknya, segmen premium, mewah, dan ultra-mewah terus mengalami kontraksi, yang secara langsung memengaruhi posisi pasar inti Porsche di China,” ujarnya.

Sebagai respons, Porsche melakukan penyesuaian strategi global pada September 2025. Perusahaan memutuskan untuk memperbesar porsi model bermesin pembakaran internal dan menunda peluncuran beberapa kendaraan listrik. 

“Penyesuaian ini dimaksudkan untuk mempertahankan fleksibilitas di berbagai pasar. Penerimaan kendaraan energi baru di luar China berkembang lebih lambat, termasuk di Eropa dan Amerika Serikat, sementara permintaan kendaraan mesin pembakaran internal tetap kuat di segmen mewah global,” ujarnya.

Untuk pasar China, Porsche menyiapkan peluncuran Cayenne serba listrik pada Pameran Otomotif Beijing April 2026, yang akan disusul oleh 718 listrik. Selain itu, mereka juga berencana menghadirkan model baru bermesin pembakaran internal dan plug-in hybrid di kategori SUV segmen B, yakni SUV kecil dengan panjang sekitar 4,1–4,3 meter.

Menurut data China Association of Automobile Manufacturers (CAAM), penjualan EV di China pada 2025 tumbuh lebih dari 30%, mencapai lebih dari 9 juta unit. Angka ini menegaskan dominasi merek lokal seperti BYD dan NIO yang semakin menekan produsen mobil mewah asing.

Di pasar global, Porsche masih mengandalkan ikon seperti 911 dan Cayenne, namun transisi menuju elektrifikasi menghadapi dilema, di mana di satu sisi harus mengikuti tren, di sisi lain mempertahankan basis pelanggan tradisional yang masih setia pada mesin pembakaran.