periskop.id - Kia akhirnya meluncurkan SUV listrik kompak terbarunya, EV2, di ajang Brussels Motor Show 2026. Mobil ini digadang-gadang sebagai model listrik terkecil dari Kia, sekaligus menjadi pintu masuk bagi konsumen Eropa yang menginginkan kendaraan ramah lingkungan dengan harga lebih terjangkau.

Dari segi dimensi, EV2 hadir lebih mungil dibanding Mazda CX-3 maupun Toyota Yaris Cross versi bensin. Panjangnya 4.060 mm, lebar 1.800 mm, tinggi 1.575 mm, dengan jarak sumbu roda 2.565 mm. Proporsi ini membuatnya ideal untuk pasar perkotaan Eropa yang menuntut mobil ringkas namun tetap fungsional.

Melansir Antara, Senin (12/1) Kia menawarkan dua varian utama. Versi Standard Range menggunakan motor listrik depan 100 kW dengan baterai 42,2 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak 317 km berdasarkan uji WLTP. Sementara versi Long Range yang akan hadir pertengahan tahun, dibekali baterai 61 kWh dengan jarak tempuh hingga 448 km serta motor listrik 108 kW. 

Kia menegaskan, “Baterai kecil dan besar dapat diisi daya cepat dari 10% hingga 80% hanya dalam 29–30 menit,” dengan dukungan pengisian AC 11 kW dan 22 kW.

Berbeda dengan model unggulan EV6 dan EV9, EV2 menggunakan platform E-GMP versi sederhana dengan sistem kelistrikan 400 volt dan penggerak roda depan. Suspensi belakang torsion-beam dipilih agar biaya produksi lebih efisien, meski konsekuensinya penggerak semua roda tidak tersedia.

Dari sisi desain, EV2 mengadopsi bahasa visual Kia terbaru. Lampu depan LED vertikal “Star Map” memberi kesan futuristik, sementara lampu belakang LED dipasang rendah. Pilihan velg tersedia dalam ukuran 16, 18, dan 19 inci. Varian GT-Line tampil lebih sporty dengan bumper unik, side skirt modifikasi, serta velg alloy khusus.

Interiornya tak kalah modern. Kia menyematkan layar instrumen 12,3 inci, layar tengah 12,3 inci, dan layar kontrol iklim 5,3 inci. Meski menggunakan perangkat lunak versi “lite”, fitur tetap lengkap: pencahayaan ambient interaktif, konsol tengah fleksibel, hingga audio premium Harman Kardon. 

Kia juga menambahkan detail unik seperti tulisan bercahaya “HELLO :)” saat masuk dan “HAVE A NICE DAY” saat keluar kendaraan.

Fitur teknologi menjadi nilai jual utama. EV2 dilengkapi asisten suara berbasis AI, port USB-C 100 watt, mode “Pet” untuk kenyamanan hewan peliharaan, serta teknologi vehicle-to-load dan vehicle-to-grid yang memungkinkan mobil memberi daya ke perangkat atau bahkan mengirim energi kembali ke jaringan listrik.

Dari sisi ruang, EV2 menawarkan konfigurasi empat dan lima kursi. Bagasi mencapai 362 liter pada versi empat kursi, dan 403 liter pada versi lima kursi dengan kursi belakang digeser. Tambahan ruang bagasi di bawah kap mesin diklaim Kia sebagai “terbaik di kelasnya”.

Tak ketinggalan, fitur keselamatan canggih seperti Highway Driving Assist 2, kamera titik buta, kamera 360 derajat, hingga parkir jarak jauh dari kunci fob turut disematkan. Produksi EV2 akan dilakukan di Slovakia, dengan distribusi ke seluruh showroom Eropa di akhir 2026.

Menurut data European Automobile Manufacturers’ Association (ACEA), penjualan mobil listrik di Eropa tumbuh 28% pada 2025, dengan segmen SUV kompak menjadi salah satu yang paling diminati.

Kompetitor utama EV2 di segmen ini adalah Peugeot e-2008, Renault Megane E-Tech, dan Volkswagen ID.2all yang juga menyasar pasar massal dengan harga kompetitif.