Periskop.id - Microsoft melaporkan lonjakan laba pada kuartal terakhir, namun kondisi berbeda terjadi di divisi game-nya. Xbox justru mencatat penurunan pendapatan yang berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 1.600 karyawan dalam 12 bulan ke depan.
Kepala Keuangan Microsoft Amy Hood menjelaskan, penurunan tersebut terjadi akibat investasi besar perusahaan pada penelitian dan pengembangan, ditambah penurunan nilai aset. Ia menyebutkan, pendapatan operasional Xbox merosot 14%, sementara margin operasional tergerus 21%.
"Pendapatan Xbox menurun sebesar US$1,7 miliar atau 7%, didorong oleh penurunan konten dan layanan Xbox serta perangkat keras Xbox," tulis Microsoft dalam laporan kinerja tahun fiskal, dilansir Kotaku, Senin (3/8).
Untuk kuartal keempat saja, pendapatan konten dan layanan Xbox tercatat turun 10%, diikuti penurunan 13% pada penjualan konsol. Di sisi lain, biaya operasional justru naik 8% pada periode yang sama.
Pertumbuhan Game Pass sebenarnya sempat menahan laju penurunan pendapatan tahunan Xbox. Namun penjualan perangkat keras tak banyak membantu karena anjlok hingga 29%.
Angka-angka inilah yang akhirnya memicu pemangkasan besar-besaran di internal Xbox. CEO baru Xbox Asha Sharma mengisyaratkan perubahan arah investasi ke depan, termasuk memangkas studio-studio kecil yang mengerjakan game niche.
Fokus perusahaan kini diarahkan ke franchise besar seperti The Elder Scrolls dan Fallout, menurut Sharma. Langkah ini diambil di tengah kinerja keuangan yang belum juga membaik.
Kondisi ini turut diperberat oleh tahun buruk yang dialami Call of Duty: Black Ops 6. Padahal, Microsoft sempat merogoh kocek lebih dari US$70 miliar untuk mengakuisisi Activision Blizzard pada 2023, sebuah operasi bisnis penerbitan game yang skalanya jauh lebih besar dibanding studio-studio pihak pertama Xbox sendiri.
Xbox juga menghadapi tekanan dari kenaikan harga konsol yang berulang kali terjadi. Kenaikan ini tak lepas dari persaingan penyedia layanan cloud berbasis AI, yang turut mendapat investasi puluhan miliar dolar dari Microsoft.
Harga Xbox Series X kini mencapai US$750, naik 33% dibanding harga peluncurannya pada 2020.
Di tengah kondisi tersebut, Microsoft tengah berupaya menghadirkan konsol baru bertajuk Project Helix ke pasar. Namun setiap penjualan konsol baru Xbox dilaporkan masih merugi, sehingga sulit diprediksi bagaimana perusahaan bisa merebut kembali pangsa pasar konsol dalam kondisi seperti sekarang.
Tinggalkan Komentar
Komentar