periskop.id - Divisi gaming Microsoft, Xbox, berencana melakukan PHK massal bulan depan. Pemangkasan anggaran pemasaran dan berbagai pos pengeluaran lainnya juga masuk dalam paket restrukturisasi tersebut.
Langkah itu disebut sebagai restrukturisasi besar pertama di bawah kepemimpinan CEO unit gaming Microsoft, Asha Sharma. Perempuan itu baru menduduki jabatan tersebut sejak Februari lalu, dilansir dari Reuters, Kamis (10/6).
Kondisi keuangan Xbox dilaporkan sedang dalam tekanan serius. Sharma, dalam sebuah surat elektronik internal kepada karyawan yang dikutip Bloomberg, mengungkapkan margin keuntungan Xbox sudah tergerus hingga tersisa hanya 3%.
Situasi itu merupakan akumulasi dari bertahun-tahun pengeluaran besar yang tidak sebanding dengan pemasukan. Dalam lima tahun terakhir, Xbox menggelontorkan lebih dari US$20 miliar atau sekitar Rp358 triliun (kurs Rp17.900) untuk konten, pengembangan platform, dan subsidi perangkat keras.
Ironisnya, pendapatan tahunan justru tergerus hampir US$500 juta atau sekitar Rp8,95 triliun selama kurun waktu yang sama. Strategi mengandalkan layanan berlangganan dan cloud gaming dinilai gagal mengimbangi penurunan penjualan konsol, ditambah minimnya judul game unggulan yang mampu menarik basis pemain lebih luas.
Menyikapi kondisi tersebut, Sharma memaparkan sejumlah langkah perbaikan yang akan diambil. Ia menyebutkan Xbox perlu membangun ulang infrastruktur platformnya sekaligus mengevaluasi ulang portofolio bisnis dalam beberapa pekan dan bulan ke depan.
Skala pasti PHK yang bakal dilakukan masih belum diumumkan secara resmi. Namun, peluncuran informasi tersebut diperkirakan berlangsung tak lama setelah tahun fiskal Microsoft berakhir pada 30 Juni mendatang.
Hingga berita ini diturunkan, Microsoft belum memberikan tanggapan atas laporan tersebut. Pihak perusahaan memilih bungkam soal rencana restrukturisasi yang kini menjadi sorotan luas di industri gaming global.
Rencana PHK ini bukan satu-satunya perubahan besar yang tengah bergulir di Xbox. Pada April lalu, Microsoft memangkas harga layanan Game Pass sekaligus menghentikan kebijakan peluncuran hari pertama (day-one release) untuk judul-judul Call of Duty di platform tersebut.
Dua langkah tersebut disebut sebagai bagian dari perombakan strategi perdana di era kepemimpinan baru Xbox. Restrukturisasi yang lebih besar kini tampaknya tinggal menghitung hari.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar