iklan periskop
Internasional

Trump Tuding Iran sebagai Sponsor Terorisme Global

Gedung Putih menuding rezim Iran menindas rakyatnya sendiri demi membiayai ambisi nuklir dan terorisme global. Ribuan demonstran tewas akibat brutalitas rezim.

6 bulan yang lalu · 2 mnt baca
Donald Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. ANTARA/Anadolu/py
Ukuran teks
Sedang

periskop.id – Gedung Putih menyebut rezim Iran sebagai penindas rakyat sendiri sekaligus sponsor utama terorisme global. Pemerintah Amerika Serikat menilai Teheran lebih memilih membiayai kekerasan dan ambisi militer daripada memperbaiki infrastruktur dalam negeri yang mendesak.

"Rezim secara brutal menindas rakyatnya sendiri, membunuh ribuan pengunjuk rasa, menyangkal hak asasi manusia, dan menggunakan kekerasan untuk mempertahankan kekuasaan," tulis Gedung Putih dalam lembar faktanya, dikutip Sabtu (7/2).

Washington menuding Iran melakukan salah urus sumber daya negara secara masif dan sistematis. Anggaran publik yang terbatas justru dialihkan secara besar-besaran untuk ambisi nuklir dan pengembangan rudal balistik.

Kebijakan prioritas militer tersebut membuat rakyat Iran menderita. Infrastruktur domestik dibiarkan hancur dan terbengkalai, sementara para elit penguasa sibuk memperkuat cengkeraman kekuasaan.

Di kancah internasional, AS melabeli Iran sebagai negara penyokong terorisme terbesar di dunia. Teheran disebut aktif mendanai dan melatih kelompok proksi serta milisi di seluruh kawasan Timur Tengah.

Kelompok-kelompok binaan Teheran ini dituduh bertanggung jawab atas tewas dan terlukanya warga Amerika. Mereka juga secara aktif menargetkan pasukan AS, mitra regional, serta sekutu Washington.

Tindakan agresif ini dianggap sebagai ancaman luar biasa bagi keamanan nasional Amerika Serikat. Hal inilah yang mendasari Presiden Donald Trump mengeluarkan perintah eksekutif baru berupa sanksi tarif bagi mitra dagang Iran.

Gedung Putih menegaskan langkah "Tekanan Maksimum" diperlukan untuk melindungi warga negara AS. Trump berkomitmen tidak akan membiarkan rezim tersebut menyebarkan ekstremisme yang merusak upaya perdamaian global.

Tekanan ekonomi ini berjalan beriringan dengan tekanan militer yang telah dilakukan sebelumnya. AS tidak segan menggunakan kekuatan fisik, seperti Operation Midnight Hammer, untuk melumpuhkan fasilitas nuklir Iran jika diplomasi buntu.

Washington kini menuntut Iran segera menghentikan aktivitas destabilisasi tersebut. Teheran didesak kembali ke meja perundingan untuk mencapai kesepakatan yang menjamin penghentian total program senjata pemusnah massal.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Donald Trump, dan iran dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.