banner-sheroes-yoga
Internasional

Italia Bakal Larang Burka dan Cadar di Sekolah

PM Giorgia Meloni mengumumkan rencana larangan burka dan cadar di sekolah, sekaligus pembatasan jumlah siswa asing per kelas di Italia.

Italia Bakal Larang Burka dan Cadar di Sekolah
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni. Wikimedia/Vox España/Hermann Tertsch y Victor Gonzalez
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengumumkan rencana kebijakan pembatasan jumlah siswa asing di setiap kelas sekolah, Minggu (20/9). Kebijakan itu juga bakal melarang penggunaan burka dan cadar di lingkungan sekolah.

Selain dua poin tersebut, orang tua siswa asing yang kesulitan berintegrasi nantinya diwajibkan belajar bahasa Italia. Rencana ini disampaikan Meloni di hadapan organisasi sayap pemuda Brothers of Italy, partai konservatif nasionalis yang ia pimpin.

"Bagi kami, siapa pun yang datang ke Italia dan ingin membangun masa depannya di sini harus mempelajari bahasa kami, memahami budaya kami, dan menghormati aturan kami," kata Meloni di hadapan peserta festival nasional Gioventu Nazionale di Roma, Minggu (20/9), seperti dilaporkan Associated Press.

Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan meriah dari para peserta festival.

Jika kebijakan pembatasan siswa asing per kelas ini benar-benar disahkan, Italia akan menjadi negara Eropa pertama yang menerapkan aturan semacam itu. Belum ada negara Uni Eropa lain yang memberlakukan batas maksimal hukum untuk jumlah murid asing di kelas.

Meloni secara khusus menyebut larangan hanya berlaku untuk burka dan niqab. Ia sama sekali tidak menyinggung soal hijab dalam pernyataannya.

Setelah mendapat persetujuan dari pemerintah, rancangan kebijakan tersebut masih harus melewati persetujuan parlemen dalam waktu 60 hari agar bisa disahkan menjadi undang-undang.

Meloni dikenal memiliki akar politik di sayap kanan jauh dan selama ini konsisten mengambil sikap keras terhadap isu migrasi. Namun sejak menjabat sebagai perdana menteri, posisinya di panggung politik Eropa perlahan bergeser.

Dari sebelumnya dipandang sebagai tokoh nasionalis di luar arus utama, Meloni kini semakin diterima sebagai bagian dari arus utama politik Uni Eropa.

Di sisi lain, Meloni tengah berupaya mendongkrak popularitasnya menjelang pemilihan umum tahun depan. Pemerintahannya memperkenalkan sejumlah kebijakan populer, termasuk pembebasan pajak kendaraan untuk skuter serta mobil berukuran kecil dan menengah.

Pemerintahan konservatif di bawah Meloni tercatat memecahkan rekor sebagai kabinet yang paling lama bertahan berturut-turut di Italia sejak Perang Dunia II berakhir.

"Itulah satu-satunya cara yang sungguh-sungguh untuk menerima mereka," tambah Meloni.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai italia, dan budaya dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.