periskop.id - Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pasar Surat Berharga Negara (SBN) menunjukkan perbaikan di tengah tingginya volatilitas pasar keuangan global. Tren penurunan yield SBN tercatat konsisten, didukung oleh fundamental pasar keuangan domestik yang tetap kuat. 

‎Suahasil menjelaskan bahwa hal ini tercermin dari menyempitnya spread yield SBN, baik dalam denominasi valas maupun rupiah, terhadap US Treasury tenor 10 tahun (UST 10Y).

‎Penurunan spread tersebut mencerminkan turunnya risiko negara (country risk) Indonesia, seiring dengan terjaganya stabilitas ekonomi domestik.

‎"Country risk Indonesia itu terus menurun, yang sebelah kiri cerminannya adalah dari spread yield SBN valas terhadap US Treasury yield 10 tahun, makin menyempit selisihnya sekarang hanya sekitar 58 basis point," jelasnya. 

‎Katanya, spread yield SBN valas terhadap UST 10Y terus mengecil, menandakan meningkatnya kepercayaan investor global terhadap prospek ekonomi Indonesia. 

‎Kondisi serupa juga terlihat pada SBN berdenominasi rupiah. Di mana spread terhadap UST 10Y turun ke level sekitar 197 basis poin, relatif lebih rendah dibandingkan sejumlah negara peer.

‎"Lihat perbandingan Indonesia dengan Filipina, dengan Brazil Dengan Mexico, dan South Africa Yang bawahnya Jadi spread kita itu sangat-sangat Kompetitif Dengan spread yang lebih rendah Berarti biaya bunga Untuk Indonesia juga relatif Lebih rendah," paparnya. 

‎Seiring dengan menurunnya country risk, risiko nilai tukar juga semakin terkendali. Yield SBN Indonesia kini berada pada level yang kompetitif di kawasan, memperkuat daya tarik instrumen surat utang pemerintah di mata investor. 

‎Dari sisi aliran modal, pada Desember tercatat terjadi inflow sebesar Rp2,64 triliun secara month to date (MTD), setelah sebelumnya terjadi outflow pada September hingga November. 

‎Namun secara kumulatif year to date (YTD) hingga 16 Desember, aliran modal SBN masih mencatatkan outflow sebesar Rp1,84 triliun.

‎"Tapi kita berharap di bulan Desember ini akan segera bisa diselesaikan," tutupnya.