iklan periskop
Investasi

Lampaui Target, Realisasi Investasi 2025 Capai Rp1.931,2 Triliun

Realisasi investasi 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun atau 101,3% dari target.

6 bulan yang lalu · 2 mnt baca
Lampaui Target, Realisasi Investasi 2025 Capai Rp1.931,2 Triliun
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani dalam Konferensi Pers Capaian Realisasi Investasi Triwulan IV Tahun 2025 di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Jakarta Selatan, Kamis (15/1).Dok foto oleh Periskop/Maria Jessica
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM melaporkan capaian realisasi investasi Indonesia sepanjang tahun 2025 mencatatkan hasil yang menggembirakan. Target yang sejak awal ditetapkan pemerintah sebesar Rp1.905,6 triliun dapat tercapai di angka Rp1.931,2 triliun.

"Alhamdulillah mulai saya sampaikan pada kesempatan ini, target realisasi pemerintah 2025 hingga akhir Desember 2025, total realisasi investasi mencapai Rp1.931,2 triliun, atau setara 101,3% dari target, dengan pertumbuhan 12,7%secara tahunan (year on year/YoY)," lapor Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani dalam Konferensi Pers di Jakarta, Kamis (15/1).

Rosan menilai capaian ini merupakan hasil konsistensi kebijakan dan kerja kolektif sepanjang tahun, dari Januari hingga Desember 2025. Momentum penguatan investasi terlihat sangat jelas pada kuartal IV, khususnya periode Oktober hingga Desember 2025 di mana realisasi investasi mencapai Rp496,9 triliun.

"Angka ini menyumbang sekitar 25,1 persen dari total target tahunan, sekaligus menegaskan kuatnya minat dan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia," sambungnya.

Namun, lebih dari sekadar pencapaian angka, investasi tahun 2025 memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas. Salah satu hasil terpenting adalah terciptanya lapangan kerja baru. Sepanjang tahun ini, realisasi investasi telah membuka sekitar 2,7 juta kesempatan kerja, meningkat 10,4% dibandingkan tahun sebelumnya.

"Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya tinggi, tetapi juga inklusif dan berkualitas, serta benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," beber Rosan.

Keberhasilan ini dikatakan Rosan tentu tidak terlepas dari sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, serta seluruh pemangku kepentingan.

"Kepemimpinan ekonomi yang adaptif, responsif, dan terbuka terhadap masukan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas sekaligus meningkatkan daya saing nasional," pungkas Rosan

Baca berita dan informasi lainnya mengenai realisasi investasi, Kementerian Investasi dan Hilirisasi / BKPM, dan Pertumbuhan Ekonomi dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.