Periskop.id - Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu mengatakan kinerja pertumbuhan simpanan masyarakat hingga Juni 2026 masih terjaga di seluruh kelompok nominal simpanan (tiering).

Berdasarkan data LPS, pertumbuhan simpanan secara tahunan di berbagai kelompok tiering berada pada kisaran 0,78% hingga 15,44% (year on year/yoy).

Meski simpanan dengan nominal besar masih mendominasi, baik dari sisi porsi maupun laju pertumbuhannya, simpanan dengan nominal di bawah Rp100 juta yang mayoritas dimiliki oleh perorangan atau rumah tangga tetap mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 5,16% (yoy).

"Kinerja pertumbuhan simpanan masih terjaga lintas kelompok tiering. Per Juni 2026, pertumbuhan tahunan simpanan lintas kelompok tiering tumbuh positif berkisar antara 0,78–15,44% yoy," kata Anggito saat konferensi pers KSSK di Jakarta, dikutip Selasa (4/8).

Menurut Anggito, kondisi tersebut menunjukkan bahwa kemampuan masyarakat, khususnya kelompok rumah tangga, untuk menyisihkan pendapatan dalam bentuk tabungan masih terjaga di tengah dinamika perekonomian.

Bahkan, data yang lebih rinci menunjukkan pertumbuhan simpanan perorangan dengan nominal di bawah Rp5 juta mengalami peningkatan yang lebih kuat.

Per Juni 2026, simpanan pada kelompok ini tumbuh 7,36% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada kuartal sebelumnya yang hanya mencapai sekitar 2,02%.

"Data yang lebih granular untuk simpanan perorangan/rumah tangga dengan tiering di bawah Rp5 juta bahkan menunjukkan pertumbuhan tahunan yang lebih baik, mencapai 7,36%, meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya yang hanya tumbuh sekitar 2,02%," tutup Anggito.