Periskop.id - Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth meminta kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana. Khususnya dalam mengantisipasi potensi banjir rob yang diprediksi dapat terjadi dalam beberapa pekan ke depan di pesisir Jakarta.
"Saya menekankan pentingnya langkah antisipatif, mulai dari penguatan tanggul pantai, optimalisasi pompa air, hingga memastikan jalur evakuasi bagi warga tetap berfungsi," kata Kenneth di Jakarta, Kamis (4/12).
Menurut dia, wilayah pesisir utara, seperti Penjaringan, Pademangan, Cilincing, dan sebagian kawasan Muara Baru merupakan area yang paling rentan terdampak. Untuk itu, dia menyoroti secara serius, terkait peningkatan potensi rob yang diprediksi dapat terjadi di sejumlah wilayah pesisir Jakarta dalam waktu dekat.
"Fenomena rob bukan lagi sekadar kejadian musiman, melainkan ancaman yang semakin meningkat," ujar Kenneth
Menurut Bang Kent, sapaan akrab Hardiyanto Kenneth, ribuan warga di sepanjang garis pantai Jakarta setiap tahun menghadapi risiko yang sama. Mulai dari naiknya air laut secara tiba-tiba, kerusakan rumah, terhentinya aktivitas ekonomi, hingga ancaman kesehatan akibat genangan berkepanjangan.
"Saya tidak ingin masyarakat kembali menanggung kerugian hanya karena keterlambatan respons atau lemahnya koordinasi antarinstansi," ungkap Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta itu.
Oleh karena itu, dia meminta kepada Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, untuk memastikan seluruh pompa air, baik stasioner maupun mobile dalam kondisi optimal dan siap digunakan. Dia juga mendesak percepatan penanganan sejumlah tanggul yang dilaporkan mengalami keretakan serta penurunan elevasi.
Dia pun meminta kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memperkuat sistem peringatan dini. Juga memastikan penyampaian informasi yang akurat dan real time kepada masyarakat pesisir.
Informasi terkait ketinggian pasang maksimum, potensi dampak, serta langkah evakuasi, kata dia, harus tersedia dengan jelas sehingga warga dapat bersiap menghadapi kemungkinan terburuk.
"Penanganan rob tidak boleh hanya berfokus pada mitigasi jangka pendek. Pemprov juga diminta mempercepat penguatan tanggul pantai, revitalisasi saluran penghubung, serta memastikan proyek pengendalian banjir terpadu di kawasan utara berjalan sesuai rencana," tutur Ken.
Untuk itu, dia menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah pusat, terutama terkait kelanjutan proyek Giant Sea Wall dan strategi jangka panjang pengendalian intrusi air laut.
Lebih lanjut, dia menegaskan, banjir bukan sekadar persoalan teknis, melainkan masalah kemanusiaan dan keadilan sosial. Dia mengungkapkan pentingnya kesiapan fasilitas pengungsian, dapur umum, dan layanan kesehatan bagi warga yang terdampak.
"Yang paling menderita saat banjir datang adalah rakyat kecil, pekerja harian, pedagang kecil, anak-anak, dan lansia. Pemprov harus bisa menjamin logistik dan bantuan sosial tersedia cepat, tepat sasaran, dan tidak dipolitisasi," tuturnya.
Peringatan Dini
Rabu kemarin, banjir rob atau banjir pesisir merendam Jalan RE Martadinata, tepatnya di depan Jakarta International Stadium (JIS), Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu pagi.
"Terdapat genangan banjir di Jalan RE Martadinata setinggi 10 sentimeter," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Mohamad Yohan di Jakarta, Rabu.
Dia mengatakan, genangan tersebut terjadi mulai pukul 08.30 WIB, dan hingga pukul 10.05 WIB genangan itu masih ada di lokasi tersebut. Namun setelah dilakukan penanganan, banjir mulai surut dan menghilang pada pukul 12.05 WIB.
Dia pun menegaskan, pihaknya berkolaborasi dengan Suku Dinas Sumber Daya Air dan Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Papanggo dalam mengatasi banjir rob itu. "Sejauh ini, arus lalu lintas di kawasan tersebut berjalan aman dan lancar hingga banjir surut," ujar Yohan.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini banjir rob yang diprediksi terjadi pada 1 Desember hingga 8 Desember 2025. Potebnsi rob ini terjadi akibat fenomena pasang maksimum air laut bersamaan dengan fenomena Fase Bulan Purnama dan Perigee (Supermoon).
Fenomena tersebut berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum, berupa banjir pesisir atau banjir rob di sejumlah wilayah pesisir utara Jakarta.
Terbukti, Kamis pagi, BPBD kembali mengumumkan, banjir rob atau banjir pesisir merendam kawasan Jalan RE Martadinata, Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara, setinggi 40 sentimeter pada Kamis pagi.
"Untuk Jakarta Utara, yang paling terdampak di Jalan RE Martadinata, di depan Jakarta International Stadium (JIS), dengan ketinggian air mencapai 40 sentimeter pada pukul 09.30 WIB," kata Kasatgas BPBD Korwil Jakarta Vitus Dwi Indarto di Jakarta, Selasa.
Dia mengatakan jalur tersebut hanya dapat dilalui kendaraan roda empat, sementara kendaraan roda dua banyak yang mengalami mati mesin karena terendam banjir.
Saat ini, petugas dari Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara tengah melakukan penyedotan air dengan menggunakan dua unit pompa mobile dan satu pompa apung.
"Kami terus melakukan pemantauan ketinggian banjir rob," ujar Vitus.
Tinggalkan Komentar
Komentar