periskop.id - Menghitung waktu di Mars ternyata jauh lebih rumit daripada sekadar melihat jam atau menandai kalender. Relativitas membuat waktu di Planet Merah berjalan sedikit lebih cepat dibandingkan di Bumi. 

Pertanyaan lama tentang perbedaan waktu antarplanet akhirnya dijawab oleh fisikawan dari National Institute of Standards and Technology (NIST) melalui riset yang dipublikasikan di The Astronomical Journal pada 1 Desember 2025.

Melansir Popsci, Albert Einstein telah menunjukkan bahwa waktu tidak berjalan seragam, melainkan bergantung pada kekuatan gravitasi. Semakin kuat gravitasi, semakin lambat waktu bergerak. Itulah sebabnya seseorang yang secara teoritis melakukan perjalanan ke dekat lubang hitam akan kembali lebih muda dibanding anak-anaknya.

Meski Bumi jauh dari ekstrem gravitasi lubang hitam, perbedaan kecil tetap terukur. Orang yang tinggal di puncak Everest akan menua sedikit lebih cepat dibanding mereka yang hidup di permukaan laut. Bahkan satelit GPS yang berada 20.000 km di atas Bumi berjalan 45,7 mikrodetik lebih cepat setiap harinya dibanding jam di daratan. Perbedaan ini sangat penting untuk menjaga akurasi sistem komunikasi global.

Mars memiliki gravitasi sekitar lima kali lebih lemah dari Bumi. Namun faktor lain seperti kecepatan orbit dan pengaruh massa planet tetangga juga memengaruhi jalannya waktu. Orbit Mars yang eksentrik selama 687 hari membuat perhitungan semakin rumit. 

“Masalah tiga benda saja sudah sangat kompleks. Kini kita berhadapan dengan empat: Matahari, Bumi, Bulan, dan Mars. Pekerjaan ini lebih berat dari yang saya bayangkan,” ujar Bijunath Patla, fisikawan NIST.

Untuk menyelesaikan perhitungan, Patla bersama rekannya Neil Ashby memilih titik referensi di permukaan Mars yang setara dengan permukaan laut di ekuator Bumi. Setelah memasukkan semua pengaruh kosmik, mereka menemukan hasil pasti: waktu di Mars bergerak 477 mikrodetik lebih cepat per hari dibanding di Bumi. Angka ini setara dengan seperseribu kedipan mata manusia.

Sekilas angka itu tampak kecil, namun dalam dunia teknologi, perbedaan mikrodetik bisa sangat krusial. Jaringan 5G, misalnya, membutuhkan sinkronisasi hingga sepersepuluh mikrodetik. Tanpa koreksi, komunikasi antarplanet bisa terganggu. 

Saat ini, sinyal dari Mars ke Bumi membutuhkan waktu perjalanan lebih dari 24 menit. Dengan sistem sinkronisasi baru, komunikasi masa depan bisa mendekati real-time.

“Jika sinkronisasi tercapai, komunikasi akan hampir seketika tanpa kehilangan informasi. Kita tidak perlu menunggu untuk melihat apa yang terjadi,” kata Patla. 

Meski ia mengakui butuh puluhan tahun sebelum manusia rutin mengunjungi Mars, riset ini membuka jalan bagi teknologi komunikasi antarplanet.

NIST sebelumnya juga merilis rencana sistem waktu untuk Bulan. Penelitian terbaru tentang Mars dapat memperkuat sistem tersebut sekaligus menjadi model bagi planet atau satelit lain. Data tambahan dari European Space Agency (ESA) menunjukkan bahwa perbedaan waktu antarplanet juga berpengaruh pada navigasi pesawat ruang angkasa, sehingga riset ini memiliki nilai praktis yang besar.

“Perjalanan waktu adalah bagian fundamental dari teori relativitas: bagaimana Anda menyadarinya, menghitungnya, dan apa yang memengaruhinya,” tambah Patla.